Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Begini Anatomi Mobil Balap Listrik Formula E

Kompas.com - 02/06/2022, 13:41 WIB
Donny Dwisatryo Priyantoro,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil balap Formula E mengandalkan baterai sebagai sumber tenaga. Mobil listrik ini terus berkembang setiap tahunnya dengan berbagai inovasi.

Formula E memiliki iklim persaingan yang cukup setara. Sebab, beberapa bagiannya diseragamkan, seperti sasis, baterai, aerodinamika, dan lainnya.

Dr. Chris Vagg, insinyur otomotif Universitas Bath, mengatakan, ada persaingan dari segi teknologi pada bagian yang tidak diseragamkan.

Baca juga: Tiket Nonton Formula E Jakarta 2022 Masih Tersedia

"Termasuk inverter, motor, girboks, sistem kontrol brake-by-wirre, dan semua manajemen energi yang dikendalikan perangkat lunak pada mobil. Tidak ada standarisasi perangkat lunak pada mobil," ujar Vagg, dikutip dari Sciencefocus.com, Kamis (2/6/2022).

Tak jarang Formula E dibanding-bandingkan dengan Formula 1 (F1). Padahal, jika dilihat mobil yang digunakan tujuan pengembangannya berbeda.

Mobil balap Formula E dikembangkan untuk menciptakan efisiensi baterai sebaik mungkin. Sementara F1, untuk mendapatkan mobil yang paling kencang sesuai dengan regulasi.

Ada tujuh bagian pada mobil Formula E yang sangat penting yang membedakannya dengan mobil balap F1. Perbedaannya mulai dengan desain, sumber tenaga, powertrain, rem, setir, halo, hingga ban.

Baca juga: Simak Lokasi Akses Masuk buat Penonton Formula E Berdasarkan Tiket

Desain

Sasis mobil Formula E Gen2 sering disebut dengan 'Batmobile'. Bentuknya ramping dengan X-wing di belakang yang berguna untuk meningkatkan downforce dan memberikan pengendalian yang lebih responsif di trek untuk pebalap.

Untuk bagian roda yang tertutup, tujuannya adalah mengurangi turbulensi yang datang dari mobil di depan.

Mobil balap ini terbuat dari serat karbon, aluminium, dan kevlar. Bobotnya hanya 800 kg, sudah termasuk baterai dan pebalap.

Baterai

Baca juga: Pengacara Alvin Lim Meninggal Dunia

Baterai yang digunakan pada Gen2 memiliki kapasitas dua kali lebih besar dari generasi pertama.

Jika pada generasi pertama pebalap harus berganti mobil karena baterai yang habis, pada Gen2 sudah bisa melakukan satu balapan sepenuhnya.

Baterai yang digunakan juga memiliki voltase yang lebih baik, pengisian lebih cepat, sehingga bisa menempuh jarak lebih jauh dan menghasilkan tenaga lebih besar.

Baca juga: Perjalanan Hidup Ilyas Abdurahman, dari Empat Potong Baju hingga Jadi Bos Rental Mobil

Halaman Berikutnya
Halaman:
Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Baca tentang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Nikmati gratis akses Kompas.com+ selama 3 hari
Login dan coba pengalaman membaca berita tanpa iklan
atau