Efek Samping Isi Bensin Tidak Sesuai Spesifikasi Mesin Motor

Kompas.com - 15/08/2021, 10:21 WIB
Isi bensin self service KOMPAS.com/RulyIsi bensin self service
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilik sepeda motor harus paham dalam memilih bensin yang sesuai dengan kompresi mesin motornya. Biasanya sudah ada anjuran di buku manual mengenai bahan bakar yang digunakan untuk motor tertentu.

Dengan menggunakan bensin yang nilai oktannya sesuai dengan yang direkomendasikan dari pabrikan, tentunya akan membuat pembakaran di ruang mesin lebih sempurna.

Baca juga: Bus Baru Arema FC dari Karoseri Adiputro, Ada PS5 di Kabin

Selain itu, penggunaan bahan bakar yang pas dengan rasio kompresi motor juga bisa menjaga keawetan komponen kendaraan.

Wahyudin, Kepala Mekanik AHASS DAM, mengatakan, tiap bahan bakar memiliki RON (Research Octane Number). RON adalah angka identifikasi untuk komparasi antara heptana dan isooktana.

Mengisi bensin sesuai dengan spek kendaraan agar mesin tetap awetKompasOtomotif Mengisi bensin sesuai dengan spek kendaraan agar mesin tetap awet

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Semakin tinggi oktan, maka akan semakin sedikit emisi gas buang yang dihasilkan. Tapi, disesuaikan dengan desain mesin. Ketidaksesuaian penggunaan bahan bakar pada mesin bisa mengakibatkan tarikan menjadi tersendat, kurang tenaga, atau mengelitik," kata Wahyu kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: Update Harga Daihatsu Rocky di Solo per Agustus 2021

Wahyu menambahkan, jika motor diisi dengan bahan bakar yang RON-nya terlalu rendah, maka performa mesin seperti tertahan alias kurang tenaga.

Sedangkan jika RON terlalu tinggi, bisa membuat mesin mengelitik dan temperatur mesin juga meningkat.

"Mengelitik terjadi karena terjadi pembakaran lebih awal, tidak sesuai dengan pengapian mesin," kata Wahyu.

Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

Penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai dengan spesifikasi akan membuat bahan bakar mubazir, karena tidak bisa terbakar sempurna. Dampaknya pada mesin akan timbul kerak di bagian dalam.

Baca juga: Honda Dream 125, Astrea dengan Nuansa Lebih Mewah

Bachtiar Kemal Harahap, pemilik bengkel spesialis matik LD Garage, mengatakan, pada umumnya motor sekarang kompresinya rendah. Sehingga, pakai Pertalite atau Pertamax sudah cukup.

"Tapi, banyak juga yang pakai bensin dengan RON tinggi. Sebetulnya, hal tersebut mubazir, karena mesin tidak mampu membakar semua," ujar Kemal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.