Masih Banyak Pengguna Kendaraan di Surabaya yang Melanggar Aturan PSBB

Kompas.com - 09/05/2020, 11:22 WIB
Petugas memeriksa kendaraan roda empat di Jalan tol Jakarta - Cikampek Km 47, Karawang, Jawa Barat, Rabu (6/5/2020). Penyekatan akses transportasi di tol Jakarta - Cikampek tersebut sebagai tindak lanjut kebijakan larangan mudik dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/foc. ANTARA FOTO/Muhamad Ibnu ChazarPetugas memeriksa kendaraan roda empat di Jalan tol Jakarta - Cikampek Km 47, Karawang, Jawa Barat, Rabu (6/5/2020). Penyekatan akses transportasi di tol Jakarta - Cikampek tersebut sebagai tindak lanjut kebijakan larangan mudik dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/foc.
Penulis Ari Purnomo
|

SURABAYA, KOMPAS.com - Jumlah pelanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Jawa Timur, masih sangat tinggi, yakni mencapai ratusan orang setiap harinya.

Minimnya kesadaran masyarakat akan aturan PSBB disinyalir menjadi salah satu penyebabnya. Selain itu, selama pemberlakuan PSBB 28 April 2020, banyak pengendara kendaraan yang menghindari adanya pemeriksaan petugas dengan memilih jalur alternatif.

Wadirlantas Polda Jawa Timur (Jatim) AKBP Pranatal Hutajulu mengatakan, sampai dengan saat ini masih banyak pelanggaran yang terjadi selama penerapan PSBB.

Baca juga: Polda Jatim Paksa 6.664 Kendaraan Putar Balik karena Nekat Mudik

“PSBB masih banyak terjadi pelanggaran, karena kesadaran masyarakat juga masih rendah,” katanya saat dihubungi Kompas.com, Jumat (8/5/2020).

Kemacetan lalu lintas terjadi di Bundaran Waru atau tepatnya di perbatasan Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, saat hari pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar di Kota Pahlawan, Selasa (28/4/2020).Dok. Dishub Surabaya Kemacetan lalu lintas terjadi di Bundaran Waru atau tepatnya di perbatasan Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, saat hari pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar di Kota Pahlawan, Selasa (28/4/2020).

Pranatal menambahkan, banyak pengendara yang justru berusaha menghindari petugas yang berjaga di check point.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sehingga, petugas pun kesulitan untuk melakukan pengawasan atau pembatasan aktivitas masyarakat selama PSBB.

Padahal, lanjutnya, di jalan arteri penerapan pengawasan aktivitas warga sudah sesuai dengan prosedur PSBB yang ada.

Baca juga: Pengecekan Kendaraan Diperketat untuk Cegah Pemudik

Akan tetapi, masyarakat justru memilih mencari jalan lain agar tidak melewati pemeriksaan petugas yang berjaga di check point.

“Sudah dilakukan pemeriksaan di wilayah PSBB, tetapi warga justru menggunakan jalur lain jalur tikus jadi sulit sekali pengawasannya,” ucapnya.

Menurutnya, kendala lain dalam penerapan PSBB adalah kurangnya disiplin para warganya dalam mengikuti aturan yang sudah diterapkan, salah satunya adalah dalam hal penggunaan masker.

Pemeriksaan kendaraan di hari pertama pemberlakuan PSBB di Kota Bandung.KOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANA Pemeriksaan kendaraan di hari pertama pemberlakuan PSBB di Kota Bandung.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.