Polda Jatim Paksa 6.664 Kendaraan Putar Balik karena Nekat Mudik

Kompas.com - 08/05/2020, 11:22 WIB
Polres Ngawi melakukan penyekatan kendaraan yang nekat mudik di  pintu exit sit tol. Puluhan kendaraan dipaksa putar balik menuju kota asal mereka ketika hendak keluar dari pintu exit tol Ngawi. KOMPAS.COM/SUKOCOPolres Ngawi melakukan penyekatan kendaraan yang nekat mudik di pintu exit sit tol. Puluhan kendaraan dipaksa putar balik menuju kota asal mereka ketika hendak keluar dari pintu exit tol Ngawi.
Penulis Ari Purnomo
|

SURABAYA, KOMPAS.com - Penyekatan kendaraan yang hendak melintas di wilayah perbatasan dengan Provinsi Jawa Timur (Jatim), semakin diperketat.

Tercatat sejak keluarnya larangan mudik oleh pemerintah pada Jumat (24/4/2020) ada 6.664 kendaraan yang dipaksa putar balik oleh jajaran Polda Jatim.

Jumlah tersebut terdiri dari kendaraan pribadi roda dua maupun roda empat serta kendaraan umum seperti bus dan angkutan lainnya.

Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Budi Indra Dermawan menyampaikan, setidaknya ada delapan pos penyekatan atau pembatasan kendaraan yang ada di perbatasan wilayah.

Baca juga: Akal-akalan Pemudik, dari Sembunyi di Truk hingga Pakai Mobil Towing

Lokasinya berada di Ngawi, yang terdiri dari jalan tol dan juga di arteri, Magetan yang berbatasan dengan Karanganyar (Cemoro Sewu).

Polisi menghalau mobil bus yang membawa penumpang di jalan tol Jakarta-Cikampek untuk keluar ke Gerbang tol Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Larangan mudik mulai diberlakukan 24 April 2020 pukul 00.00 WIB. Polda Metro Jaya melarang kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang keluar dari wilayah Jabodetabek. Pemeriksaan dan penyekatan kendaraan tersebut akan dilakukan di 18 titik pos pengamanan terpadu dan pos-pos check point di jalur tikus dan perbatasan.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Polisi menghalau mobil bus yang membawa penumpang di jalan tol Jakarta-Cikampek untuk keluar ke Gerbang tol Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Larangan mudik mulai diberlakukan 24 April 2020 pukul 00.00 WIB. Polda Metro Jaya melarang kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang keluar dari wilayah Jabodetabek. Pemeriksaan dan penyekatan kendaraan tersebut akan dilakukan di 18 titik pos pengamanan terpadu dan pos-pos check point di jalur tikus dan perbatasan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ponorogo (Badegan), Bojonegoro (Cepu), Pacitan (Kecamatan Donorojo), Tuban (Kecamatan Bancar), dan di Banyuwangi (pelabuhan Ketapang),” katanya saat dihubungi Kompas.com, Kamis (7/5/2020).

Sejak awal diberlakukan hingga Rabu (7/5/2020), kata Budi tercatat sudah ada 6.664 kendaraan yang dipaksa putar balik lantaran disinyalir hendak melakukan perjalanan mudik.

“Jumlah itu terdiri dari 1.998 kendaraan roda dua (sepeda motor), 4.347 kendaraan roda empat (mobil) dan 319 kendaraan umum,” ucapnya.

Baca juga: Perhatikan 4 Hal Ini Sebelum Mendahului Kendaraan Lain

Dari jumlah tersebut, yang paling banyak dilewati kendaraan pemudik adalah di wilayah Ngawi yakni di ruas tol Solo - Ngawi atau pun di jalan arterinya.

Jumlah kendaraan pemudik yang melintas di jalur tersebut mencapai 3.702 kendaraan. Terdiri dari 2.959 kendaraan pribadi roda empat, 622 kendaraan roda dua, dan sisanya 121 kendaraan umum.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.