Sokonindo Sempat Batal Jual Pikap 1.000 cc - Kompas.com

Sokonindo Sempat Batal Jual Pikap 1.000 cc

Kompas.com - 06/06/2018, 10:02 WIB
Sokonindo Super CabDok. Aphit Sokonindo Super Cab

BANDUNG, KOMPAS.com – Selama ini pengetahuan umum soal model produksi Sokonindo Automobile sampai saat ini hanya ada dua model, yaitu pikap Super Cab dan Glory 580. Namun menurut pengakuan CEO Sokonindo Automobile Alexander Barus, ternyata sebelum kedua model itu dirakit di Indonesia, mereka pernah memproduksi pikap kecil 1.000 cc namun tidak pernah sampai ke pasar.

Pabrik Sokonindo yang berada di Cikande, Serang, Banten, mulai berdiri pada 2015 namun baru diresmikan pada 2017. Alexander mengatakan, sejak pabrik dibangun, pikap 1.000cc yang tidak dijelaskan namanya itu sudah diproduksi, selesai proses homologasi, dan siap dipasarkan.

“Akhirnya kami lihat dengan 1.000 cc ini kelihatannya poin untuk kami masuk ke pasar Indonesia kurang bagus. Jadi itu kami stop produksi dan enggak dijual,” ucap Alexander di Bandung, Selasa (5/6/2018).

Sokonindo akhirnya memutuskan merancang pikap Super Cab dengan pilihan mesin lebih besar, yaitu 1.3L dan 1.5L. Alexander menjelaskan produk itu sudah bagus namun buat meyakinkan pasar belum cukup.

Baca juga: Sokonindo Ingin Hapus Stigma Buruk Merek China di Indonesia

Produk terbaru dari DFSK, Glory 580 di IIMS 2018Ghulam Nayazri/Kompas.com Produk terbaru dari DFSK, Glory 580 di IIMS 2018

“Saya pikir, kami maju lagi dengan produk premium DFSK Glory 580, karena kami mau masuk dengan kesan yang baik, di kelas SUV. Pasar SUV di Indonesia itu cukup prima dan produk ini sudah siap di China,” kata Alexander.

Meski memulai operasi pabrik dengan produk komersial, Sokonindo dikatakan Alexander saat ini konsentrasi pada segmen mobil penumpang dengan Glory 580.

“Untuk Indonesia kami fokus ke mobil penumpang dulu, tapi produksi pikap tetap kami lakukan. Sebetulnya lebih mudah bersaing di pikap karena enggak banyak pemainnya, varian produknya juga enggak begitu tinggi. Tapi untuk jangka panjang, persaingan itu harus di dalam volume pasar yg besar,” ucap Alexander.


Komentar
Close Ads X