Tesla Lebih Dulu Investasi Rp 1,27 Miliar di Thailand, Ini kata Luhut

Kompas.com - 14/06/2022, 16:56 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Produsen mobil listrik terbesar di dunia, Tesla, mendaftarkan kantornya di Thailand dengan modal usaha awal senilai 3 juta baht atau sekitar Rp 1,27 miliar.

Hal tersebut dilakukan guna kelancaran penetrasi di pasar tersebut lewat penjualan kendaraan bermotor listrik tanpa memproduksi atau merakit produk.

Menanggapinya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa Indonesia tak perlu khawatir karena kerja sama Tesla dengan Indonesia ialah menjadi basis produksi.

Baca juga: Polisi Pastikan Jembatan Curug Bekasi Aman Dilewati Kendaraan

Ilustrasi Pabrik Mobil Tesla di Amerika Serikattheverge.com Ilustrasi Pabrik Mobil Tesla di Amerika Serikat

Hanya saja memang saat ini diakui masih dalam negosisasi usai bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada awal tahun di Amerika Serikat (AS).

"Kalau ada seperti yang dibilang (investasi Tesla) di Thailand, itu hanya showroom-nya. Jadi agen saja, kalau kita bukan agen. Yang kita mau production," ujar Luhut dalam siaran live streaming, Senin (13/6/2022).

"Tapi untuk production itu prosesnya masih banyak, jadi soal mobil ini masih banyak negosiasi yang harus dilakukan," tambah dia.

Pernyataan terkait senada dengan informasi yang disampaikan Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia yang menyebut Tesla hendak mendirikan pabrik di Batang, Jawa Tengah.

Baca juga: Pelat Nomor Dewa Bukan Pelat Sakti, Tetap Bisa Ditilang

Presiden Joko Widodo berkesempatan meninjau lokasi fasilitas produksi roket Space X bersama Elon Musk di pabrik produksi Space X, Boca Chica, Amerika Serikat, Sabtu (14/5/2022).dok. Sekretariat Presiden Presiden Joko Widodo berkesempatan meninjau lokasi fasilitas produksi roket Space X bersama Elon Musk di pabrik produksi Space X, Boca Chica, Amerika Serikat, Sabtu (14/5/2022).

"Batang akan jadi pusat kawasan Industri terbaik di Indonesia. Di sana akan ada perusahaan-perusahaan besar, seperti LG, Foxconn, Tesla pun insyaallah akan masuk ke sana dan beberapa perusahaan lain," katanya.

Adapun masuknya Tesla ke Thailand, sejalan dengan kebijakan pemerintah Thailand yang mendorong penggunaan kendaraan listrik untuk mendukung transisi ke netralitas karbon.

Pada Maret lalu, pemerintah Thailand menyetujui 3 miliar baht dari anggaran fiskal tahun 2022 untuk mendanai insentif pada kendaraan listrik. Termasuk subsidi harga eceran kendaraan listrik dan pembebasan cukai.

Selain itu, pemerintah Thailand juga telah mengembangkan rencana 10 tahun agar industri otomotif beralih dari mobil yang menggunakan bahan bakar fosil ke kendaraan listril.

Rencana tersebut bertujuan agar kendaraan listrik ini dapat menyumbang setengah dari total produksi mobil pada tahun 2023.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.