Kompas.com - 08/05/2021, 12:01 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil bersama istri terlihat mesra saat menaiki motor berboncengan bersosialisasi di beberapa daerah wilayah Priangan Timur, Jabar, Minggu (5/7/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAGubernur Jabar Ridwan Kamil bersama istri terlihat mesra saat menaiki motor berboncengan bersosialisasi di beberapa daerah wilayah Priangan Timur, Jabar, Minggu (5/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Jok sepeda motor pada dasarnya diperuntukkan untuk dua orang, yaitu pengendara dan pembonceng atau penumpang.

Pada saat berboncengan, tentunya ada etika yang harus diperhatikan agar aman dan selamat sampai tujuan.

Pasalnya penumpang berpotensi lebih fatal cidera jika terlibat kecelakaan, karena terkadang penumpang tidak siap ketika terjadi kecelakaan.

Baca juga: Catat, Ini 8 Titik Penyekatan Jalur Mudik di Depok

Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani mengatakan, ada beberapa tips aman tentang bagaimana membonceng yang aman di sepeda motor.

"Pada saat membonceng, penumpang harus duduk di belakang pengendara agar pengendara mudah mengoperasikan sepeda motor dan mudah memainkan instrumen kelistrikan yang ada di motor," kata Agus kepada Kompas.com, Jumat (7/5/2021).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Membonceng anak menggunakan sepeda motorFoto: Istimewa Membonceng anak menggunakan sepeda motor

Apabila pembonceng merupakan anak kecil, usahakan juga untuk membonceng di belakan. Jika belum bisa menahan keseimbangan sebaiknya ada pendamping atau menggunakan alat bantu. Membonceng anak di depan pengendara akan memiliki resiko bahaya yang lebih besar.

Baca juga: Angkat Wiper Saat Parkir Bisa Bikin Awet Karet Penyeka Kaca

"Berikutnya, pembonceng juga wajib memakai perlengkapan berkendara yang sama dengan pengendara, agar pada saat terjadi kecelakaan maka potensi resiko cidera fatal dapat dicegah," ucap Agus.

Kemudian pembonceng harus berpegangan kepada pengendara. Hal ini dimaksudkan agar pengendara mudah melakukan manuver dan kontrol kendaraan pada saat di jalan.

Orang yang dibonceng duduk menghadap ke samping dan ke depan.dok.Kompasiana Orang yang dibonceng duduk menghadap ke samping dan ke depan.

Pada saat membonceng, yang terpenting adalah postur badan pembonceng mengikuti gerakan pengendara pada saat berbelok. Jangan melawan arah kemiringan sepeda motor karena dapat mengganggu keseimbangan pengendara.

Baca juga: Aksi Nekat Pengemudi Datsun Terabas Banjirs

Uahakan juga lutut pembonceng menjepit ringan pada pinggul pengendara dan jangan terbuka lebar. Hal ini juga penting agar pada saat melewati jalan yang sempit maka lutut pembonceng aman dari benturan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X