Kompas.com - 18/03/2021, 14:01 WIB
Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESMobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat ekspor mobil utuh atau completely built up (CBU) secara bulanan pada Februari 2021 mengalami kenaikan sebesar 50,8 persen.

Hampir seluruh pabrikan mencetak kinerja positif, khususnya Daihatsu, Suzuki, dan Hino dengan tingkat tumbuh hingga 70 persen dari realisasi pada Januari 2021.

Secara rinci, Daihatsu berhasil mencapai angka pengkapalan mobil utuh rakitan dalam negeri terbanyak sebesar 13.914 unit ke negara lain pada periode terkait, tumbuh 84,9 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Baca juga: Rapor MPV Murah di Februari, Wuling Confero Kalahkan Suzuki Ertiga

Petugas memeriksa mobil Toyota Fortuner produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, yang akan diekspor melalui dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Petugas memeriksa mobil Toyota Fortuner produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, yang akan diekspor melalui dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

Kemudian secara berurutan diikuti oleh Toyota dengan pencapaian 5.970 unit, Mitsubishi Motors sebesar 5.970 unit, dan Suzuki dengan 4.301 unit.

Kinerja ketiganya positif dengan tingkat pertumbuhan signifikan didapati oleh Suzuki sebesar 73,8 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tren positif juga terjadi pada ekspor mobil secara terurai atau completely knocked down (CKD) dan komponen dengan tingkat pertumbuhan 30,3 persen dan 3 persen dari bulan lalu.

Secara total, realisasi ekspor CKD pada Februari 2021 ialah 10,296 unit dengan pencapaian tertinggi diperoleh Toyota yang berkontribusi hingga 65 persen.

Pun demikian dengan ekspor komponen otomotif. Toyota mampu mencapai torehan tertinggi sebesar 6.553.899 pis selama bulanan.

Baca juga: Subaru Siap Kembali Ramaikan Pasar Indonesia Mulai Kuartal IV/2021

Pekerja merakit mobil pick up di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) untuk mulai beroperasi memproduksi mobil. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho Pekerja merakit mobil pick up di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) untuk mulai beroperasi memproduksi mobil. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.

Meski demikian, realisasi ekspor CBU pada Februari 2021 tidak lebih baik dari periode sama pada tahun lalu. Tercatat, masih ada selisih 0,9 persen atau 266 unit.

Berikut capaian ekspor CBU per-Februari 2021:

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X