Selama Pandemi Covid-19 Peminat Mobil Bekas Taksi Naik 18 Persen

Kompas.com - 04/02/2021, 09:12 WIB
Toyota Limo bekas Taksi yang dijual di pool Bluebird Mampang, Jakarta Selatan Stanly-Kompas.comToyota Limo bekas Taksi yang dijual di pool Bluebird Mampang, Jakarta Selatan
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Peminat mobil bekas selama pandemi Covid-19 mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Selain mobil setengah pakai yang dijual di showroom ataupun di balai lelang, peningkatan penjualan juga terjadi pada mobil seken bekas armada taksi.

Salah satu perusahaan taksi yang rutin memasarkan mobil bekas armadanya yakni PT Blue Bird menyampaikan peningkatan mencapai 18 persen selama pandemi Covid-19.

General Manager Used Car BBG Blue Bird Group Asri Winarni mengatakan, selama pandemi Covid-19 ada peningkatan penjualan mobil bekas dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga: Membeli Kendaraan Bekas, Perlu Cek Status STNK?

“Selama tahun 2020 atau pandemi Covid-19 ini penjualan mobil bekas taksi bisa mencapai 600 -700 unit setiap bulannya di seluruh daerah,” kata Asri saat dihubungi Kompas.com, Rabu (3/2/2021).

Mercedes Benz bekas taksi yang dijual.Ghulam/Otomania Mercedes Benz bekas taksi yang dijual.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan total penjualan, lanjut Asri, mencapai 7.300 unit selama 2020. Sedangkan di tahun sebelumnya atau 2019 penjualan unit mobil bekas taksi rata-rata hanya 500 unit setiap bulannya.

Menurutnya, peningkatan penjualan ini salah satunya disebabkan karena banyak masyarakat yang khawatir menggunakan transportasi umum.

Mengingat penyebaran virus Corona yang semakin tinggi sehingga masyarakat memilih untuk menggunakan transportasi pribadi.

Baca juga: Blokir STNK Bisa dari Rumah, Begini Caranya

Sebagai alternatifnya, mereka pun membeli kendaraan roda empat setengah pakai yang harganya sesuai dengan dana yang ada.

Toyota Alphard Bekas TaksiStanly-Kompas.com Toyota Alphard Bekas Taksi

“Selama pandemi ini kan banyak masyarakat yang khawatir ketika akan naik transportasi umum, jadi mereka memilih membeli mobil yang sesuai dengan dana yang tersedia,” ucapnya.

Peningkatan peminat mobil bekas taksi ini, kata Asri, juga membuat pihaknya kehabisan stok unit yang akan dijual.

Sehingga, pembeli pun harus menanyakan stok terlebih dahulu atau melakukan pemesanan untuk unit yang akan dibelinya.

Baca juga: Begini Cara Mengaktifkan Kembali Masa Berlaku STNK yang Mati

“Untuk penjualan unit bekas taksi ini kita ada beberapa daerah penjualan, seperti di luar Jakarta ada 14 lokasi dan di DKI Jakarta ada 22 tempat. Tetapi, penjualan mobil bekas taksi ini 90 persen dari media sosial,” tuturnya.

Semua unit mobil bekas taksi mempunyai peminatnya sendiri mulai jenis sedan, MPV, hingga Alphard juga semakin diminati konsumen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.