Kompas.com - 08/01/2021, 10:12 WIB
Seorang warga membayar pajak kendaraan bermotor dari rumah secara daring atau online di Panarukan, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (26/3/2020). Pembayaran secara online itu karena diliburkannya pembayaran secara langsung melalui Samsat untuk mencegah penularan Covid-19. ANTARA FOTO/SENOSeorang warga membayar pajak kendaraan bermotor dari rumah secara daring atau online di Panarukan, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (26/3/2020). Pembayaran secara online itu karena diliburkannya pembayaran secara langsung melalui Samsat untuk mencegah penularan Covid-19.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Melakukan pemblokiran Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) untuk kendaraan bermotor yang sudah dijual ke orang lain memang perlu dilakukan.

Terlebih bagi yang tinggal di wilayah yang sudah menerapkan tarif pajak progresif kendaraan bermotor seperti di DKI Jakarta.

Dengan menghapus data kendaraan yang sudah dijual maka akan terhindar dari penerapan pajak bertingkat, jika nantinya membeli kendaraan dengan jenis yang sama dan atas nama serta alamat yang sama.

Baca juga: Blokir STNK yang Mati 2 Tahun Segera Diberlakukan

Melakukan penghapusan data kendaraan yang sudah dijual kini semakin mudah, dan tidak perlu harus repot-repot datang ke kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Humas Bapenda Jakarta (@humaspajakjakarta)

Bahkan, pemblokiran STNK untuk kendaraan bermotor yang sudah dijual bisa dilakukan di rumah atau di manapun berada.

Herlina Ayu, Humas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, mengatakan, pemilik kendaraan disarankan untuk melaporkan kendaraan yang sudah dijualnya ke orang lain ke Samsat.

Dengan melaporkan penjualan tersebut, maka data kendaraan yang sudah dijual akan dihapuskan dari registrasi dan identifikasi (Regident) kendaraan.

Baca juga: Blokir STNK Segera Berlaku, Pelajari Regulasinya

“Untuk melakukan pemblokiran STNK sekarang bisa dilakukan secara online atau daring yakni melalui link https://pajakonline.jakarta.go.id,” ujar Herlina kepada Kompas.com, belum lama ini.

Setelah itu, Herlina melanjutkan, pemilik kendaraan lama bisa melakukan registrasi sesuai dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Jika sudah melakukan registrasi data kendaraan yang sesuai dengan NIK akan muncul. Untuk melakukan pemblokiran, bisa memilih menu PKB,” tuturnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X