Jam Operasional Terminal Bus AKAP Dibatasi, Penumpang Bisa Terlantar

Kompas.com - 14/04/2020, 19:01 WIB
Armada Mudik Lebaran bus AKAP di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Selasa (5/6/2018) STANLY RAVELArmada Mudik Lebaran bus AKAP di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Selasa (5/6/2018)
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain membatasi jam operasional transportasi umum, selama pemberlakukan Pembatas Sosial Berskala Besar untuk menangani pandemi corona, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta juga mempercepat waktu operasional di empat terminal bus antar kota antar provinsi ( AKAP).

Keempat terminal tersebut adalah, Kali Deres, Kampung Rambutan, Tanjung Priok, dan Terminal Terpadi Pulo Gebang yang waktu operasionalnya hanya dibolehkan dari pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia ( IPOMI) Kurnia Lesani mengatakan, pada dasarnya pihaknya berusaha untuk patuh dan mengikuti regulasi yang berlaku selama PSBB. Hanya saja, ada kemungkinan penumpang yang terlantar.

Baca juga: Ojol Lemas, Merasa Dipermainkan Aturan PSBB Jakarta

"Prinsipnya untuk kami tinggal mengikuti, kita bisa atur jadwal keberangkatan yang dari sini (Jakarta). Tapi kemungkinan besar yang datang dari daerah itu agak sulit, karena belum semua daerah PSBB," ujar pria yang akrab di sapa Sani kepada Kompas.com, Selasa (14/4/2020).

situasi terminal bus akaptribunnews.com situasi terminal bus akap

"Umumnya bus dari luar kota masuk Jakarta kan Subuh, kalau mereka tiba pukul 04.00 WIB atau 05.00 WIB, karena terminal belum buka mau tak mau penumpang atau pendatang diturunkan di luar terminal, jadi terlantar. Harusnya ini dipikirkan juga oleh pemerintah," kata dia.

Lebih lanjut Sani mengatakan selama pandemi corona dan mulai pemberlakuan PSBB, memang volume penumpang mengalami penurunan. Namun demikian, bukan berati tidak ada penumpang sama sekali.

Baca juga: BPTJ Sepakat Ojol Seluruh Jabodetabek Tak Angkut Penumpang Saat PSBB

Sementara ketika ditanya soal masalah bantuan dari pemerintah untuk mengatasi bisnis AKAP dan transportasi yang terjun bebeas, Sani menjelaskan sudah ada titik terang dengan adanya rencana pemberian bantuan langsung tunai (BLT).

Tampak bus-bus yang tengah menunggu keberangkatan di Gedung C Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Jumat (1/11/2019).Nicholas Ryan Aditya Tampak bus-bus yang tengah menunggu keberangkatan di Gedung C Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Jumat (1/11/2019).

Tapi sampai saat ini, kejelasan mengenai teknisnya memang belum ada informasi lebih lanjut. Sementara relaksasi untuk keringanan pembiayaan pun juga masih belum ada kejelasan.

"Untuk bantuan dari pemerintah sudah ada omongan waktu itu, mereka bersedia meski sampai saat ini belum bisa dipastikan seperti apa teknisnya. Paling berat itu saat ini mengenai leasing, belum ada kejelasan dari mereka, kami pun sudah minta bantuan dari pemerintah soal ini," ujar Sani.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X