Selama PSBB Jakarta, Bus AKAP Cuma Boleh Diisi Setengah dari Kapasitas

Kompas.com - 11/04/2020, 15:32 WIB
Ilustrasi bus AKAP di sebuah terminal tribunnews.comIlustrasi bus AKAP di sebuah terminal

JAKARTA, KOMPAS.com – DKI Jakarta sudah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak jumat (10/4/2020). PSBB membatasi pergerakan dari transportasi umum di Jakarta, salah satunya bus.

Bus baik yang di dalam maupun antar kota, tetap boleh beroperasi, dengan syarat membatasi kapasitas penumpangnya. Bus hanya boleh mengangkut 50 persen dari total kursi yang ada, sehingga tercipta jarak yang aman antar penumpang.

Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta, melakukan razia kendaraan di sejumlah titik di Ibu Kota, contohnya di Terminal.

Baca juga: PSBB Jakarta, Motor Boleh Berboncengan tapi Wajib Satu Alamat

agen bus akapadiechipoy agen bus akap

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, mengatakan, razia di terminal untuk memantau dan mengimbau kepada bus yang mau berangkat, sudah sesuai atau belum dengan aturan yang berlaku.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kendaraan umum hanya boleh diisi 50 persen dari kapasitasnya, penumpang harus pakai masker, atur jarak, physical distancing, jadi kalau lebih dari itu, penumpang kita turunkan,” katanya kepada Kompas.com, Sabtu (11/4/2020).

Baca juga: Polisi Razia di Tol Saat PSBB, Dipastikan Tidak Ada Penilangan

Menanggapi adanya razia di terminal, lalu bagaimana dengan nasib agen-agen bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang ada di luar terminal? Bagaimana jika melebihi ketentuan jumlah penumpang yang hanya boleh setengah dari kapasitas bus?

Kurnia Lesani Adnan, Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) dan Pemilik PO SAN, mengatakan, setiap perusahaan otobus (PO) sudah menyesuaikan operasionalnya agar tidak mengangkut lebih dari 50 persen kapasitas.

bus akapmobilkomersial.com bus akap

“Masing-masing operator bus sudah menyesuaikan operasionalnya dengan ketentuan pembatasan penumpang. Jadi naik dari titik manapun, kapasitas tetap maksimum 50 persen dari jumlah kursi,” ucap pria yang biasa disapa Sani kepada Kompas.com.

Pembagian kursi antara terminal dan agen-agen PO bus sudah disinkronkan, jadi tidak akan lebih dari 50 persen penumpang yang ada di dalam bus.

Penumpang tetap bisa naik bus dari agen, jika sudah penuh, bisa naik bus yang selanjutnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X