PSBB Jakarta, Motor Boleh Berboncengan tapi Wajib Satu Alamat

Kompas.com - 10/04/2020, 15:31 WIB
Aturan Berboncengan Dengan Sepeda Motor KOMPAS.com/Akbar Bhayu TamtomoAturan Berboncengan Dengan Sepeda Motor
Penulis Stanly Ravel
|

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Regulasi soal sepeda motor tak boleh berboncengan saat masa pemabatasan sosial berskala besar ( PSBB) di DKI Jakarta, rupanya ada perubahan. Pengendara sepeda motor yang semula tak diperbolehkan berboncengan kini diizinkan.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, motor tetap boleh berboncangan dengan syarat antara pengendara dan penumpang satu alamat selama PSBB.

"Iya betul, jadi khusus untuk roda dua yang pribadi, bukan ojek pangkalan ya, kita bolehkan berboncangan. Namun demikian, harus satu tujuan, satu alamat, atau satu rumah di KTP," kata Syafrin saat dihubungi Kompas.com, Jumat (10/4/2020).

Baca juga: Mobil Pribadi dan Motor Melanggar PSBB Jakarta, Denda Rp 100 Juta

Warga menggunakan masker saat mengendarai sepeda motor melintas di depan mural tentang pandemi virus corona atau COVID-19 di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Depok, Jawa Barat, Selasa (7/4/2020). Mural tersebut ditujukan sebagai bentuk dukungan kepada tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi COVID-19 di Indonesia.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Warga menggunakan masker saat mengendarai sepeda motor melintas di depan mural tentang pandemi virus corona atau COVID-19 di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Depok, Jawa Barat, Selasa (7/4/2020). Mural tersebut ditujukan sebagai bentuk dukungan kepada tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi COVID-19 di Indonesia.

Lebih lanjut Syafrin menjelaskan hal dengan adanya pertimbangan bila motor masih menjadi moda transportasi andalan sebagian besar warga.

Namun karena tujuan dari PSBB untuk mencegah penularan virus corona ( Covid-19), maka diizinkannya hanya untuk satu alamat atau tempat tinggal saja.

"Kita berikan kelonggaran tapi dengan syarat tadi, karena tujuannya untuk mengamankan keluarga," ujar Syafrin.

Baca juga: Asosiasi Ojol Protes Layanan Ojek Hilang dari Aplikasi Gojek dan Grab Saat PSBB

Aturan ini juga ditegaskan oleh Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, untuk pemotor, ojek online dilarang mengangkut penumpang dan motor pribadi hanya boleh ditumpang pihak keluarga.

Warga menggunakan masker saat mengendarai sepeda motor melintas di depan mural tentang pandemi virus corona atau COVID-19 di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Depok, Jawa Barat, Selasa (7/4/2020). Mural tersebut ditujukan sebagai bentuk dukungan kepada tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi COVID-19 di Indonesia.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Warga menggunakan masker saat mengendarai sepeda motor melintas di depan mural tentang pandemi virus corona atau COVID-19 di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Depok, Jawa Barat, Selasa (7/4/2020). Mural tersebut ditujukan sebagai bentuk dukungan kepada tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi COVID-19 di Indonesia.

Selain itu, polisi juga akan memberhentikan pengendara motor yang tak menggunakan masker ketika sedang berkendara.

"Kalau ada motor yang enggak pakai masker, suruh pakai masker," ucap Sambodo yang disitat dari NTMC Polri.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X