Kompas.com - 15/12/2020, 10:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.comMengemudi di jalan tol sebenarnya sudah diatur berapa kecepatan minimal dan maksimalnya. Batas kecepatan ini pun sudah diatur pada Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2003 Pasal 23 Ayat 4 huruf a yang berisi:

Paling rendah 60 (enam puluh) kilometer per jam dalam kondisi arus bebas dan paling tinggi 100 (seratus) kilometer per jam untuk jalan bebas hambatan.

Berdasarkan PP tersebut, ada batas kecepatan paling rendah yaitu 60 kpj. Namun suka ditemui di jalan tol, pengemudi yang menyetir dengan kecepatan di bawah batas minimal tersebut, mungkin dirinya merasa lebih aman, padahal tidak demikian.

Baca juga: Putar Setir Sampai Mentok Bisa Bikin Power Steering Hidrolik Rusak?

Satu orang tewas dalam kecalakaan beruntun di tol Cipali kilometer 84+800, Subang, Jumat (11/9/2020) sekitar pukul 12.35 WIB.HANDOUT Satu orang tewas dalam kecalakaan beruntun di tol Cipali kilometer 84+800, Subang, Jumat (11/9/2020) sekitar pukul 12.35 WIB.

Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu mengatakan, aturan kecepatan minimal dan maksimal pada jalan tol dibuat demi keselamatan dan ketertiban.

“Jadi kalau dia mengemudi di bawah batas kecepatan minimal di jalan tol, yang ada malah membahayakan dirinya sendiri dan orang lain,” ucap Jusri kepada Kompas.com, Senin (14/12/2020).

Misalnya kalau kecepatan rata-rata mobil di jalan tol itu 100 kpj, lalu ada satu mobil yang berjalan lebih pelan di bawah batas minimal, dia bisa ditabrak orang, sehingga membahayakan. Orang yang mengemudi lambat tersebut bisa kena sanksi.

Baca juga: Jokowi Undang Tesla untuk Berinvestasi di Indonesia

“Dia membahayakan orang dan bisa dikenakan sanksi karena memicu kecelakaan tersebut,” kata Jusri.

Sekalipun tidak tertabrak, pengemudi yang lambat tersebut bisa membuat antrian panjang di belakangnya. Karena jika ada mobil di belakangnya, pasti mengurangi kecepatannya dan merembet sampai ke mobil di lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.