Kerap Jadi Masalah di Tol, Penertiban Truk ODOL Bakal Diperketat

Kompas.com - 15/12/2020, 09:02 WIB
Ilustrasi Truk ODOL yang ditindak dengan pemotongan menggunakan alat las. IstimewaIlustrasi Truk ODOL yang ditindak dengan pemotongan menggunakan alat las.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jasa Marga (Persero) mengungkapkan bahwa masalah over dimension dan overload (ODOL) pada angkutan barang menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas di jalan tol.

Padahal, berbagai langkah antisipatif kerap dilakukan perseroan secara intensif untuk mentertibkannya seperti menyelenggarakan razia yang berkerja sama dengan kepolisian dan Kementerian Perhubungan.

"Kemudian, dalam upaya mengendalikan ODOL kita juga telah pasang alat Weight in Motion (WIM) di berbagai titik untuk mengetahui jika ada kendaraan-kendaraan yang melebihi batas muat," ujar Kepala Divisi Jasamarga Transjawa Toll Road Regional Reza Febriano belum lama ini.

Baca juga: Pelajari Apa Penyebab Umum Mobil Gagal Menanjak

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (paling kanan, baju putih memakai topi) saat meninjau uji coba bersama dengan PT Jasa Marga, Ditjen Hubdat dan Kepolisian di jembatan timbang Weigh-In-Motion (WIM) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 9 pada Minggu (22/9/2019)DOKUMENTASI KEMENHUB Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (paling kanan, baju putih memakai topi) saat meninjau uji coba bersama dengan PT Jasa Marga, Ditjen Hubdat dan Kepolisian di jembatan timbang Weigh-In-Motion (WIM) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 9 pada Minggu (22/9/2019)

Tapi, lanjut dia, jika kasus ODOL belum juga berkurang dalam kurun waktu tertentu pihak Jasa Marga bersama Kemenhub dan instansi terkait akan menggelar diskusi lanjutan.

"Maka, jika kedapatan akan dilakukan penindakan sanksi hukum. Hal ini akan menjadi bahan diskusi. Kira-kira hukum yang ada sekarang ini masih cukup efektif atau tidak dalam menegakkan sanksi bagi ODOL," ujar Reza.

Lebih jauh, Reza mengungkapkan hingga bulan Juli 2020 komposisi kendaraan non-golongan 1 atau angkutan barang ada sekitar 14,52 persen yang melintas di Jalan Tol Trans-Jawa.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko SasonoHumas Kemenhub Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono

Dari total itu, 47,71 persen di antaranya merupakan angkutan barang. "Jadi, sangat penting untuk menurunkan angka kecelakaan yang terjadi khususnya di jalan tol ini," kata dia.

Selain ODOL, faktor penyebab terjadinya kecelakaan di jalan tol ialah pengemudi mengantuk atau kurang antisipasi serta aspek kondisi kendaraan yang memang sudah tak baik.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X