Euro 7 Jadi Embusan Napas Terakhir Mesin Konvensional

Kompas.com - 15/12/2020, 09:42 WIB
Kondisi lalu lintas di Beijing, China, pada 14 November 2018. Kondisi lalu lintas di Beijing, China, pada 14 November 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com – Sejumlah produsen otomotif dunia kabarnya tengah ketar-ketir jika standar emisi Euro 7 mulai diberlakukan di sebagian negara dan menjadi kewajiban bagi kendaraan baru.

Pasalnya standar emisi ini bisa meningkatkan biaya produksi kendaraan konvensional (Internal Combustion Engine/ICE) hingga tidak lagi menguntungkan.

Pabrikan otomotif pun dipaksa untuk menggenjot produksi kendaraan listrik murni atau plug-in hybrid (PHEV) yang disebut-sebut lebih minim polusi dan lebih efisien.

Baca juga: Gebrakan Baru Toyota di Pasar Mobil Listrik Dunia

Ilustrasi gas buang kendaraanwww.autoevolution.com Ilustrasi gas buang kendaraan

Dilansir dari Autonews Europe, standar emisi Euro 7 kabarnya akan berlaku paling cepat pada 2025. Saat itu angka nitrogen oksida (NOx) yang ditoleransi dari hasil pembakaran dipatok 30 mg per km.

Adapun mulai Januari 2021, standar emisi Euro 6 memberlakukan semua kendaraan di Eropa harus mengeluarkan emisi tidak lebih dari 80 mg per km.

Standar emisi Euro 7 yang ditetapkan Komisi Uni Eropa diharapkan menjadi langkah terakhir dalam mengatur batas emisi kendaraan konvensional. Euro 7 juga sekaligus menjadi embusan napas terakhir mesin pembakaran dalam pada industri otomotif global.

Hal ini dilakukan dalam rangka mengurangi polusi udara dari mesin konvensional, sebelum beralih ke kendaraan zero emission sepenuhnya.

Baca juga: Putar Setir Sampai Mentok Bisa Bikin Power Steering Hidrolik Rusak?

Mobil elektrik Tesla dihadirkan di Festival Jakarrta Langit Biru, Bundaran Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (27/10/2019). Kampanye tersebut bertujuan mengenalkan kendaraan listrik yang ramah lingkungan guna mengurangi polusi udara.KOMPAS.com/M ZAENUDDIN Mobil elektrik Tesla dihadirkan di Festival Jakarrta Langit Biru, Bundaran Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (27/10/2019). Kampanye tersebut bertujuan mengenalkan kendaraan listrik yang ramah lingkungan guna mengurangi polusi udara.

Sementara di Indonesia, saat ini kendaraan baru untuk pasar domestik sudah memenuhi Euro 4 sejak Oktober 2018.

Sedangkan standar emisi Euro 4 untuk kendaraan bermesin diesel, rencananya bakal direalisasikan pemerintah pada April 2022.

Cepat atau lambat, era kendaraan elektrifikasi akan segera datang. Hal ini ditandai dengan semakin gencarnya produsen otomotif menghadirkan mobil-mobil ramah lingkungan ke pasaran.

Sekarang yang jadi pertanyaan, kapan mobil listrik bisa menjangkau semua orang? Bagaimanapun canggihnya teknologi kendaraan, jika tak bisa dibeli konsumen, maka dampaknya belum bisa dirasakan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X