Bagaimana Cara Menggunakan Gestur Tangan Saat Naik Motor?

Kompas.com - 12/11/2020, 12:02 WIB
Suasana jalan yang dipadati pengendara motor di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (15/1/2020). Menghindari kemacetan di jalan raya Lenteng Agung, imbasnya jalan tersebut juga macet. KOMPAS.com/M ZAENUDDINSuasana jalan yang dipadati pengendara motor di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (15/1/2020). Menghindari kemacetan di jalan raya Lenteng Agung, imbasnya jalan tersebut juga macet.

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebelum melakukan manuver saat mengendarai motor, hal pertama yang harus dilakukan yaitu dengan menyalakan lampu sein. Jika masih tidak yakin, bisa juga ditambah dengan gestur tangan melambai ke arah yang dituju.

Gerakan tangan yang melambai ini juga bisa disebut dengan hand signal. Fungsi dari hand signal ini yaitu menegaskan maksud dari pengendara motor saat ingin berbelok, tambahan dari lampu sein.

Head of Safety Riding Promotion Wahana, Agus Sani mengatakan, hand signal yang diberikan oleh pengendara memang dibutuhkan terutama saat kondisi jalan ramai dan padat.

Baca juga: Kia Sonet Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp 190 Jutaan

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membonceng ajudannya mengendarai sepeda motor listrik merek U-Winfly warna merah hitam di Institut Teknologi 10 November (ITS), Surabaya, Jawa Timur, Selasa (25/2/2020).Dok. Pemkot Surabaya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membonceng ajudannya mengendarai sepeda motor listrik merek U-Winfly warna merah hitam di Institut Teknologi 10 November (ITS), Surabaya, Jawa Timur, Selasa (25/2/2020).

“Fungsinya agar pengendara di belakang dapat memberi kita ruang untuk berjalan atau melakukan manuver. Sebaiknya, melakukan hand signal tidak dilakukan saat motor dalam kecepatan tinggi,” ucap Agus kepada Kompas.com, Rabu (11/11/2020).

Agus menjelaskan, biasanya saat jalanan sedang padat, pengendara di belakang kurang memerhatikan lampu sein motor di depannya. Jadi fungsinya memang untuk mempertegas lampu sein, agar pengguna jalan lain tahu ke mana arah yang kita tuju.

Jika melakukan hand signal saat motor berkecepatan tinggi, khawatir jika mengerem mendadak, setang motor jadi tidak seimbang yang berakibat motor jatuh. Jika hand signal akan dilakukan oleh penumpang, ada hal yang perlu diperhatikan.

Baca juga: Kalah Banding, Andrea Iannone Dilarang Balapan 4 Tahun

“Penumpang harus koordinasi dengan pengendara, agar arah yang dilakukan pengendara sesuai dengan hand signal penumpang. Jangan sampai ingin belok kanan, penumpangnya malah kasih tangan ke kiri,” kata Agus.

Selain itu, jika ingin menggunakan hand signal, perhatikan juga kondisi di sekitar motor. Jangan malah tangan pengendaa motor mengenai ke pengguna jalan lain, selain mengagetkan, bisa juga membahayakan orang lain.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X