Kalah Banding, Andrea Iannone Dilarang Balapan 4 Tahun

Kompas.com - 11/11/2020, 07:42 WIB
Andrea Iannone Andrea Iannone

MILAN, KOMPAS.com - Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) menjatuhkan hukuman tidak boleh balapan selama empat tahun kepada Andrea Iannone karena terbukti memakai doping.

Hukuman yang diberikan CAS ini jauh lebih berat dari hukuman sebelumnya yang diberikan oleh Federasi Internationale de Motocyclisme (FIM), yaitu dilarang ikut balap selama 18 bulan.

CAS menguatkan dan mengabulkan banding Badan Anti-Doping Dunia (WADA) yang menuntut Iannone agar dihukum lebih berat dari hukuman yang diberikan oleh FIM.

Baca juga: Ini Susunan Pebalap MotoGP 2021

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Oggi ho subito la più grande ingiustizia che potessi ricevere. Mi hanno strappato il cuore separandomi dal mio grande amore. Le motivazioni sono prive di senso logico e con dati di fatto sbagliati. Per questo ci sarà luogo e tempo opportuni...perché di certo non mi arrendo. Sapevo di affrontare i poteri forti, ma speravo. Speravo nell'onestà intellettuale e nell'affermazione della giustizia. In questo momento soffro come di più non potrei. Ma chi ha cercato di distruggere la mia vita, presto capirà quanta forza ho dentro il cuore. La forza dell'innocenza e soprattutto...la coscienza pulita. Una sentenza può modificare gli eventi ma non l’uomo. ???????? Today i’ve received the worst injustice i could ever have imagined. They ripped my heart apart from my greatest love. No logical sense on these allegation accompanied by incorrect facts. For this there will be an appropriate place and time ... because I certainly do not give up. I knew I was facing the strong powers, but I was hoping. I was hoping for intellectual honesty and the affirmation of justice. Right now I am suffering at the highest level i could imagine. Whoever has tried to destroy my life will soon understand how much strength I have in my heart. The power of innocence and above all, a clear conscience. A sentence can modify the events but not the MAN.

A post shared by Andrea Iannone (@andreaiannone) on Nov 10, 2020 at 6:29am PST

Sidang pertama kasus doping Iannone berlangsung pada 19 Desember 2019. Sidang kedua ditunda hingga 15 Oktober 2020 karena pandemi Covid-19. Selasa, 10 November 2020 hasil sidangnya keluar.

Iannone dan WADA mengajukan banding terpisah. WADA ingin dia dihukum lebih berat yakni empat tahun. Sedangkan Iannone merasa tidak bersalah dan mengajukan banding untuk bebas.

Atas putusan tersebut, Iannone dilarang untuk ikut balapan di kejuaraan apapun selama empat tahun terhitung mulai 17 Desember 2019, hukumannya baru selesai sekitar Januari 2024.

Kasus Iannone pertama kali muncul setelah agen WADA melakukan tes urin usai dia balapan di GP Malaysia 2019. Hal tesnya ternyata positif mengandung drostanolone, steroid yang terlarang untuk atlet.

Baca juga: Persaingan Sengit Menuju Juara Baru MotoGP 2020 Tanpa Marc Marquez

Pebalap Aprilia Andrea Iannone saat uji pramusim Ricardo Tormo, di Cheste dekat Valencia, pada 19 November 2019. AFP/JOSE JORDAN Pebalap Aprilia Andrea Iannone saat uji pramusim Ricardo Tormo, di Cheste dekat Valencia, pada 19 November 2019.

Dalam unggahan di akun media sosial Iannone meluapkan kekecewaannya terhadap putusan tersebut. Putusan yang dianggapnya tidak adil dan menghancurkan karir yang sudah dibangunnya.

"Hari ini saya telah menerima ketidakadilan terburuk yang pernah saya bayangkan. Mereka merobek hatiku dari cinta terbesarku. Tidak masuk akal atas tuduhan tersebut yang disertai fakta yang tidak benar," tulis Iannone di Instagram dikutip Selasa (10/11/2020).

"Untuk ini akan ada tempat dan waktu yang tepat karena saya pasti tidak akan menyerah.
Saya tahu saya sedang menghadapi kekuatan yang besar, tetapi saya terus berharap," tulisnya.

Baca juga: Dimas Ekky Bakal Disandingkan dengan Pebalap Asing di MRTI

Andrea IannoneFoto: MotoGP Andrea Iannone

"Saya mengharapkan kejujuran intelektual dan penegasan keadilan. Saat ini saya menderita pada tingkat tertinggi yang dapat saya bayangkan. Siapa pun yang mencoba menghancurkan hidup saya akan segera mengerti betapa besar kekuatan ada di hati saya," tulisnya.

"Kekuatan untuk menerima dan yang terpenting, hati nurani yang bersih. Sebuah kalimat dapat mengubah kejadian tetapi tidak dapat mengubah seorang pria," tulis Iannone.

Dengan putusan ini dikabarkan bahwa Aprilia disebut terpaksa untuk melepas Iannone. Tim asal Italia itu kemudian akan mencari pebalap pengganti untuk mengikuti balapan musim depan.

Baca tentang


Sumber MotoGP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X