Tanpa Kepastian, Wacana Relaksasi Pajak Bisa Kendurkan Penjualan Mobil

Kompas.com - 02/10/2020, 15:41 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wacana relaksasi pajak mobil baru nol persen yang tak kunjung mendapat kepastian berpotensi membuat laju pasar otomotif nasional tertahan, seiring dengan banyaknya konsumen yang menunda pembelian.

Padahal, relaksasi tersebut diharapkan mampu mendongkrak daya beli masyarakat di tengah pandemi sehingga sektor otomotif selaku salah satu sektor unggulan di Indonesia mampu pulih dengan cepat.

"Kalau sampai nol persen tentu bisa berdampak terhadap daya beli karena harga mobil akan turun. Tapi jika ditunda, ini bisa kontraproduktif," kata Attias Asril, Marketing Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Kamis (1/10/2020).

Baca juga: Harga Mobil Bekas Mulai Terpengaruh Wacana Relaksasi Pajak Nol Persen

Ilustrasi penjualan mobilStanly/KompasOtomotif Ilustrasi penjualan mobil

"Bisa dilihat hari ini, sedikit banyak ada dampak yang mana orang menunggu apakah ini akan jalan atau tidak. Jadi, membuat agak tertahan," lanjut dia.

Hal serupa diucapkan Donny Saputra, Marketing Director 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) pada kesempatan terpisah. Ia berharap agar pemerintah segera memberikan jawaban atau kepastian mengenai usul dari Kementerian Perindustrian tersebut.

"Kalau makin berlarut-larut ya kami akan lumayan (berdampak), karena 45 persen penjualan kami itu dari kendaraan penumpang, apalagi di era pandemi seperti ini di mana penjualan susah. Jadi kalau dalam kondisi susah dan kami tak bisa berjualan, kira-kira kami akan makin susah," kata Donny.

Kendati demikian, hal berbeda dialami pada sektor kendaraan niaga atau komersial. Menurut Attias, pembelian kendaraan jenis ini sangat bergantung pada kebutuhan aktivitas bisnis.

Baca juga: Cicil Mobil Listrik Resmi Tanpa DP, Simak Pilihannya!

Pesta Otomotif Mobil Suzuki 2014 di JakartaAzwar Ferdian/KompasOtomotif Pesta Otomotif Mobil Suzuki 2014 di Jakarta

Apabila stimulus yang diberikan pemerintah dapat merangsang pertumbuhan bisnis perusahaan, maka secara simultan penjualan kendaraan komersial akan ikut merangkak naik.

Baca juga: Warna Motor yang Cepat Laku di Bursa Motor Bekas

"Tapi, kalau insentifnya diberikan untuk harga kendaraannya, sementara bisnisnya masih tersendat, mungkin dampaknya tidak terlalu besar," tuturnya.

Untuk diketahui, kini Pemerintah melalui Kementerian Keuangan RI mengaku masih melakukan kajian terhadap usulan pemberian relaksasi pajak nol persen untuk pembelian mobil baru selama tiga bulan terakhir tahun ini.

Hal tersebut dikarenakan pihak Kemenkeu telah mengeluarkan banyak relaksasi guna memulihkan daya beli masyarakat di tengah pandemi virus corona alias Covid-19. Jangan sampai banyaknya insentif tersebut malah membuat neraca berjalan Indonesia malah anjlok.

"Kita akan kaji lebih dahulu (pajak pembelian mobil baru nol persen) karena sepertinya insentif untuk program pemulihan ekonomi nasional sudah banyak," ujar Menteri Keuangan RI Sri Mulyani.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.