Truk Lama Diam Sambil Angkut Beban, Ban Bisa Benjol

Kompas.com - 21/09/2020, 18:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Truk merupakan kendaraan niaga yang biasanya mengangkut beban yang berat. Sedangkan ban merupakan komponen yang bisa fungsinya bisa terganggu ketika berurusan dengan beban.

Salah satu masalah yang bisa terjadi pada ban truk saat membawa beban yang berat yaitu ban benjol. Ban truk yang benjol bisa disebabkan truk yang diam, namun membawa beban, sehingga ban akan tertekan pada satu sisi yang menempel ke aspal.

Jika ban sudah benjol, tentunya harus diganti, karena akan lebih mudah bocor atau meledak ketika digunakan. Lalu apa sebenarnya penyebab dari ban benjol saat truk diam?

Baca juga: Hasil MotoGP Emilia Romagna 2020, Drama Kemenangan Vinales

Ban truk kembungTyredekho Ban truk kembung

On Vehicle Test Manager PT Gajah Tunggal Tbk., Zulpata Zainal mengatakan, ban benjol terjadi karena adanya benang di samping ban yang putus atau terpisah (separation) satu sama lain.

“Memikul beban yang berlebihan dengan tekanan udara yang kurang bisa menjadi penyebab dari terpisahnya benang, sehingga ban menjadi gembung,” kata Zulpata kepada Kompas.com, belum lama ini.

Pemisahan antar benang ini bisa terjadi pada bagian samping atau dinding, sekitar bead, bahkan telapak. Oleh karena itu, sangat penting menjaga tekanan udara ban truk, walaupun sedang tidak beroperasi.

Baca juga: Saat Mobil Berhenti di Lampu Merah, Sebaiknya Aktifkan Handbrake atau Rem Kaki?

Independent Tire Analyst dan Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah & DI Yogyakarta, Bambang Widjanarko mengatakan, beban yang berat bisa akan menekan ban pada satu titik yang menempel ke tanah.

“Nanti ketika kembali berjalan, titik tersebut yang akan kembung. Sebaiknya jika truk terpaksa diam lebih dari dua hari, lebih baik muatannya diturunkan saja,” ucap Bambang kepada Kompas.com.

Benjol pada ban yang lama diam ini memang awalnya tidak terlihat. Baru keluar benjolnya saat truk mulai berjalan atau ketika pengemudi ingin menambah tekanan udaranya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.