Akibat Pandemi, Peminat Lelang Mobil Bekas Menurun

Kompas.com - 28/04/2020, 08:12 WIB
Lelang 1 paket mobil mewah isi 59 unit di Aceh Lelang 1 paket mobil mewah isi 59 unit di Aceh
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah peserta lelang mobil bekas di Ibid-Balai Lelang Serasi mengalami penurunan cukup signifikan, semenjak adanya pandemi virus Corona di Indonesia.

Terlebih, sekarang ini proses lelang sepenuhnya dilakukan secara daring atau online dan sudah meniadakan sistem luring atau offline.

Daddy Doxa Manurung, Presiden Direktur Ibid-Balai Lelang Serasi mengatakan, penurunan jumlah peserta lelang mencapai 30 persen.

Baca juga: Akibat Larangan Mudik dan Pandemi Corona, Pengguna Tol Solo-Ngawi Turun 50 Persen

“Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap peminat lelang mobil bekas. Kalau dibandingkan saat Februari lalu menurunnya sampai 30 persen,” ucapnya saat dihubungi Kompas.com, Senin (27/4/2020).

Calon peserta lelang saat mengikuti lelang mobil sitaan KPK hasil tindak pidana korupsi di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (22/9/2017). Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) melelang sebanyak 22 barang sitaan milik terpidana korupsi.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Calon peserta lelang saat mengikuti lelang mobil sitaan KPK hasil tindak pidana korupsi di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (22/9/2017). Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) melelang sebanyak 22 barang sitaan milik terpidana korupsi.

Daddy menjelaskan, dampak pandemi Corona dinilai cukup besar terhadap kondisi di balai lelang mobil bekas itu sendiri.

Salah satunya, adalah banyaknya suplai mobil bekas dan tidak sebanding dengan permintaan atau kebutuhan saat ini.

“Sekarang suplainya cukup banyak, karena banyak yang mau menjual mobilnya. Mereka butuh uang untuk sehat dan akhirnya menjual kendaraannya,” ujarnya.

Baca juga: Cegah Kendaraan Pemudik, Polres Klaten Jaga di Perbatasan Prambanan

Lagian, lanjut Daddy, dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) ditambah lagi dengan larangan mudik Lebaran membuat kendaraan roda empat menjadi jarang digunakan.

Dengan kondisi ini, mendorong pemilik mobil untuk memilih menjualnya dan guna mencukupi kebutuhan sehari-hari agar bisa tetap sehat.

Mobil sitaan KPK hasil tindak pidana korupsi terlihat di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (22/9/2017). Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) melelang sebanyak 22 barang sitaan milik terpidana korupsi.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Mobil sitaan KPK hasil tindak pidana korupsi terlihat di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (22/9/2017). Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) melelang sebanyak 22 barang sitaan milik terpidana korupsi.

“Kendaraan tidak bisa dipakai, mereka kemudian menjualnya. Yang beli juga turun, dan situasi seperti ini tidak tahu sampai berapa lama,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini juga disebabkan karena semakin susahnya untuk kredit mobil. Sehingga, penjualan di showroom mobil bekas juga mengalami penurunan.

Baca juga: Polisi Siaga di Tol Solo-Ngawi untuk Cegah Pengemudi yang Nekat Mudik

“Kalau ditanya seberapa besar pembeli kita dari showroom, tetapi banyak yang tidak jual juga. Kredit juga sudah susah kalau mengharapkan pembeli dari perorangan juga seberapa banyak?” ujarnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X