Akibat Larangan Mudik dan Pandemi Corona, Pengguna Tol Solo-Ngawi Turun 50 Persen

Kompas.com - 27/04/2020, 14:51 WIB
Kondisi Gerbang Tol Colomadu proyek jalan Tol Salatiga-Colomadu di Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (4/6/2018). Terhitung mulai 8 Juni 2018 aatau H-7 Lebaran, Jalan tol fungsional tersebut sudah dapat dilalui pemudik. KOMPAS.com/Garry Andrew LotulungKondisi Gerbang Tol Colomadu proyek jalan Tol Salatiga-Colomadu di Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (4/6/2018). Terhitung mulai 8 Juni 2018 aatau H-7 Lebaran, Jalan tol fungsional tersebut sudah dapat dilalui pemudik.
Penulis Ari Purnomo
|

SOLO, KOMPAS.com- Adanya pandemi Corona ditambah larangan mudik Lebaran 1441 H, serta penyekatan di sejumlah titik berdampak pada menurunnya jumlah kendaraan yang melintas di jalan tol ruas Solo-Ngawi.

Sampai dengan April 2020, jumlah kendaraan terus menurun hingga mencapai lebih dari 50 persen.

Pengelola jalan tol Solo-Ngawi, PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) belum bisa memprediksi berapa jumlah kendaraan yang melintas saat momen Lebaran tahun ini.

Direktur Utama (Dirut) PT JSN, Ari Wibowo mengatakan, bahwa sejak adanya pandemi Corona serta penerapan larangan mudik tersebut trafik lalu lintas di jalan tol terus menurun.

Baca juga: Cegah Kendaraan Pemudik, Polres Karanganyar Perketat Perbatasan Jawa Timur

“Januari lalu trafik lalu lintas di tol Solo-Ngawi sebanyak 15.000 kendaraan, tetapi awal April menurun menjadi 6.000 dan Sabtu (25/4/2020) kemarin jadi 5.000 kendaraan,” katanya kepada Kompas.com, Minggu (26/4/2020).

Sejumlah kendaraan melintas Gerbang Tol Colomadu proyek jalan Tol Salatiga-Colomadu di Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (4/6/2018). Terhitung mulai 8 Juni 2018 aatau H-7 Lebaran, Jalan tol fungsional tersebut sudah dapat dilalui pemudik.MAULANA MAHARDHIKA Sejumlah kendaraan melintas Gerbang Tol Colomadu proyek jalan Tol Salatiga-Colomadu di Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (4/6/2018). Terhitung mulai 8 Juni 2018 aatau H-7 Lebaran, Jalan tol fungsional tersebut sudah dapat dilalui pemudik.

Ditanya mengenai prediksi jumlah kendaraan saat momen Lebaran tahun ini, Ari menyampaikan, jika awalnya memprediksi akan terjadi kenaikan sebesar 50 persen dari trafik Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB), yakni 6.000 kendaraan.

“Tetapi dengan kondisi seperti ini perlu direview kembali,” ucapnya.

Selama ini jumlah kendaraan yang melintas di jalan tol Solo-Ngawi didominasi dari arah Jakarta dan juga Jawa Timur dengan perbandingan 50:50.

Baca juga: Cegah Kendaraan Pemudik, Polres Klaten Jaga di Perbatasan Prambanan

Ari menambahkan, meski terjadi penurunan angka kendaraan pengguna jalan tol tetapi untuk tol Solo-Ngawi akan tetap beroperasi. Hanya saja, ada pembatasan kendaraan yang diperbolehkan melintas di jalan tol tersebut.

Petugas gabungan sedang melakukan pemeriksaan kendaraan yang melintas di pintu Tol Jagorawi di hari pertama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Kota Bogor, Rabu (15/4/2020).KOMPAS.COM/RAMDHAN TRIYADI BEMPAH Petugas gabungan sedang melakukan pemeriksaan kendaraan yang melintas di pintu Tol Jagorawi di hari pertama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Kota Bogor, Rabu (15/4/2020).

Pembatasan ini dilakukan oleh masing-masing kepolisian di wilayahnya, seperti di perbatasan dengan Ngawi di KM 579.

“Tidak ada yang ditutup, penyekatan ini dilakukan masing-masing wilayah oleh kepolisian, untuk arah Jawa Timur juga diperiksa di gerbang Nawi. Pemeriksaan ini dilakukan baik pengemudi yang dari arah Jateng maupun Jatim,” ujarnya.

Baca juga: Pengemudi Seperti Ini yang Bisa Didenda Rp 100 Juta karena Nekat Mudik

Meskipun, lanjutnya, kendaraan yang melintas di jalan tol Solo-Ngawi diminta putar balik karena diketahui akan mudik tetapi kendaraan tersebut sudah masuk dalam hitungan trafik pengguna tol.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X