Polisi Siaga di Tol Solo-Ngawi untuk Cegah Pengemudi yang Nekat Mudik

Kompas.com - 27/04/2020, 12:22 WIB
Petugas gabungan sedang melakukan pemeriksaan kendaraan yang melintas di pintu Tol Jagorawi di hari pertama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Kota Bogor, Rabu (15/4/2020). KOMPAS.COM/RAMDHAN TRIYADI BEMPAHPetugas gabungan sedang melakukan pemeriksaan kendaraan yang melintas di pintu Tol Jagorawi di hari pertama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Kota Bogor, Rabu (15/4/2020).
Penulis Ari Purnomo
|

SOLO, KOMPAS.com - Penyekatan kendaraan guna mencegah adanya pemudik yang nekat pulang kampung, saat penerapan larangan mudik juga dilakukan di ruas tol Solo- Ngawi, tepatnya di KM 579.

Penyekatan ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya pemudik dari arah Jawa Timur ( Jatim) yang melintas di ruas tol tersebut.

Jika ada yang kedapatan akan mudik melalui ruas tol Solo-Ngawi, maka akan diminta untuk putar balik kembali ke daerah asalnya.

Baca juga: Pengendara Banyak yang Tak Pakai Masker Selama PSBB di Bandung

Direktur Utama (Dirut) PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), Ari Wibowo mengatakan, saat ini jalan tol masih beroperasi secara normal tetapi ada pembatasan yang dilakukan oleh kepolisian.

Gerbang Tol Ngemplak di ruas Tol Solo-Ngawi.KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Gerbang Tol Ngemplak di ruas Tol Solo-Ngawi.

“Pembatasan ini sesuai dengan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan juga larangan mudik oleh pemerintah,” katanya saat dihubungi Kompas.com, Minggu (26/4/2020).

Untuk penyekatan ini, lanjut Ari dilakukan di masing-masing wilayah oleh pihak kepolisian. Seperti halnya yang diadakan di wilayah Ngawi, Jatim atau di KM 579.

“Untuk kendaraan dari arah Jatim akan juga akan diperiksa di gerbang tol Ngawi, nantinya jika ada kendaraan pribadi yang melintas akan diminta putar balik,” katanya.

Baca juga: Cegah Kendaraan Pemudik, Polisi Awasi 19 Lokasi hingga ke Jalur Tikus

Langkah ini untuk mencegah adanya pemudik yang nekat pulang kampung di tengah pemberlakuan larangan mudi oleh pemerintah.

Ari mengatakan, jumlah kendaraan yang melintas di tol Solo-Ngawi dari arah Jatim pada momen Lebaran memang cukup tinggi.

Proses pemeriksaan kendaraan di salah satu check point Jalan Tol kelolaan PT Jasa Marga (Persero) Tbk.Jasa Marga Proses pemeriksaan kendaraan di salah satu check point Jalan Tol kelolaan PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Jumlah ini bahkan bisa dikatakan sama dengan jumlah kendaraan yang melintas atau datang dari wilayah jakarta.

“Sekarang lalu lintas di jalan tol ini sudah 50:50 dari Jakarta dan Surabaya hampir sama. Saat ini juga masih banyak kendaraan pribadi yang melintas di tol Solo-Ngawi, meskipun nanti diminta putar balik, tetapi itu tetap tercatat sebagai lalu lintas kendaraan,” ucapnya.

Sekadar diketahui, dengan adanya larangan mudik yang tertuang pada Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) PM no 25 tahun 2020 tentang Pembatasan Transportasi Musim Libur Mudik Idul Fitri 1441 penyekatan kendaraan dilakukan di masing-masing wilayah di Indonesia.

Baca juga: Ini 16 Lokasi Penyekatan di Wilayah Bogor Selama Ada Larangan Mudik

Tidak hanya di wilayah yang sudah menerapkan PSBB atau yang masuk sebagai zona merah saja.

Nantinya, bagi pemudik yang melanggar aturan ini terancam sanksi berupa penjara selama satu tahun atau denda sebesar Rp 100 juta. Sanksi ini akan diberlakukan mulai 7 Mei hingga 31 Mei 2020.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X