Kompas.com - 01/08/2018, 16:22 WIB
Penulis Stanly Ravel
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Bicara masalah busi, sebenarnya ada banyak hal yang wajib dipahami pemilik kendaraan. Apalgi bagi yang gemar menggelar praktik pribadi bongkar pasang busi, baik untuk perawatan atau ketika mengganti busi lama dengan yang baru.

Hal paling dasar yang wajib dipahami adalah mengenai tehnik saat akan memasang busi, karena menurut Technical Support PT NGK Busi Indonesia Diko Oktaviano, masih banyak pemilik kendaraan yang mengasal ketika memasang busi, terutama saat proses pengencangannya.

"Secara umum kerusakan busi disebabkan banyak hal, beberapa yang dominan karena kurang perawatan dan saat pengencangan. Perlu diketahui, mengencangkan busi ada tehniknya, tidak boleh terlalu kendur atau kencang," ucap Diko saat dihubungi Kompas,com, Rabu (1/8/2018).

Baca : Ganti Busi, Baiknya Berdasarkan Waktu atau Jarak?

Diko menjelaskan sampai saat ini masalah memasang busi yang benar kerap dipandang sebelah mata, padahal efek kerugiannya yang ditumbulkan bisa sangat besar. Dari beberapa analisa dan survei yang dilakukan, menurut Diko anggapan orang saat mengencangkan busi adalah serapat dan sekencang-kencanganya.

Padahal, kondisi tersebut salah besar, ada bahaya tersembunyi bagi yang kerap berlebihan mengencangkan busi. Pertama metal shell akan mengalami kerusakan akibat tekanan torsi yang berlebih sehingga memungkinkan busi bisa patah pada bagian ulirnya.

Kedua, bila ini sampai terjadi, maka patahan busi akan menancap di dalam silinder yang membuat pemilik motor harus membongkar dan mengeluarkan banyak ongkos.

Ilustrasi ganti dan pasang busidroom.in Ilustrasi ganti dan pasang busi

"Kalau kasus terlalu kendur, itu bisa bikin kompresi motor jadi droop karena ada celah dan kebocoran antara busi dan silinder. Parahnya lagi bisa berisiko overheat karena perpindahan panas yang tidak sempurna yang diterima busi," ucap Diko.

Lebih lanjut Diko menyarnakan saat akan memasang busi baru atau setelah dibersihkan baiknya dilakukan dengan tangan terlebih dahulu. Setelah mentok, baru dikencangakan dengan kunci busi yang putarannya tidak lebih dari setengah.

Baca : Kenali Untung-Rugi Potong Kepala Busi Sepeda Motor

"Jadi busi itu punya hexagon yang berbeda sehingga nilai torsi yang dibutuhkan juga beda,paling aman gunakan kunci torsi yang disesuaikan nilainya," kata Diko.

Untuk solusi yang tidak memiliki kunci torsi, bisa dilakukan dengan mengatur sudut putar menjadi poin utama dalam melakukan pengencangan, yakni 180-240 derajat. Jangan lupa juga untuk memperhatikan petunjuk pengencangan pada belakang bungkus busi karena tiap tipe busi berbeda-beda berdasarkan diamternya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.