Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 24/01/2023, 16:16 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Beberapa tipe motor sport keluaran pabrikan menjadi bahan dasar favorit pada pemodifikasi. Meski begitu, motor-motor tersebut belakangan semakin sedikit ditemui.

Para modifikator pun harus mencari lagi motor di kelas 150 cc sampai 200 cc, yang sekiranya cocok menjadi bahan untuk diubah menjadi aliran tertentu.

Sugimo, pemilik bengkel modifikasi Gims Garage di Alam Sutera, Tangerang, mengatakan, Yamaha Byson saat ini menjadi favorit pemodifikasi untuk dioprek.

Baca juga: Merasakan Kabin Spesial PO Raya Junior 34, Pakai Bangku Bekas Pesawat

Motor custom garapan Gims Garage umumnya mengusung basis motor Yamaha Byson.KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Motor custom garapan Gims Garage umumnya mengusung basis motor Yamaha Byson.

Ia juga mengatakan, pemilihan bahan dasar motor ini mengutamakan mesin dengan teknologi sederhana (karburator) dan stok yang banyak di pasar motor bekas.

“Saya mulai custom dari Oktober 2020, waktu itu kita main di Byson harga bahan masih Rp 4 juta. Sekarang sudah di angka Rp 8 juta sampai Rp 10 juta. Jadi naiknya lebih dari dua kali lipat, dan unitnya juga mulai susah,” ujar Sugimo, kepada Kompas.com (20/1/2023).

Menurutnya, bila stok Byson semakin terbatas ia bakal mengalihkan perhatian ke Suzuki Thunder 125 ataupun Honda Megapro 150 dan Verza 150.

Baca juga: Jangan Pakai Harzard Untuk Berjalan Lurus di Persimpangan

“Mungkin ke depan pakai Thunder 125, karena sama-sama masih karburator. Kalau Megapro 150 atau Verza 150 sudah injeksi, jadi lebih mahal modalnya,” ucap Sugimo.

Sementara itu, motor sport yang relatif banyak di pasaran saat ini adalah Honda CB150R ataupun Yamah Vixion. Namun model tersebut tidak begitu cocok dengan aliran modifikasi yang diusung Sugimo.

Sementara Honda Tiger ataupun Yamaha Scorpio, meskipun cocok dimodif apapun, ternyata memiliki kendala harga yang relatif mahal dan stoknya juga semakin jarang.

“Kalau pakai CB150R atau Vixion paling kita bikin cafe racer. Kalau aliran Bobber kurang pas, karena dia ada radiatornya,” kata Sugimo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.