Sirkuit Sentul Klaim Anggaran Renovasi Bukan dari APBD atau APBN

Kompas.com - 16/12/2021, 14:01 WIB
Sirkuit Sentul saat kedatangan Bambang Soesatyo pada Sabtu, 9 Januari 2021. DOK. BAMBANG SOESATYOSirkuit Sentul saat kedatangan Bambang Soesatyo pada Sabtu, 9 Januari 2021.
|

JAKARTA, KOMPAS.comSirkuit Sentul di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, bakal melakukan renovasi dan revitalisasi. Rencana ini kabarnya akan dilakukan tahun depan dan mulai dibuka kembali pada pertengahan 2022.

Dengan renovasi serta revitalisasi ini, Sirkuit Sentul diharapkan bisa mendapat pengakuan dari FIA dan FIM, sebagai tempat balap roda dua dan roda empat internasional Grade 2.

“Tahun depan, di sini akan rebound dan didesain ulang menjadi salah satu sirkuit terbaik dunia, West Java International Circuit,” ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (12/12/2021).

Baca juga: Wajib Diingat, Jangan Nyalakan Hazard Saat Hujan Deras

Simulasi start model Le Mans Style yang diikuti para pebalap peserta Yamaha Endurance Festival 2018 di Sirkuit Sentul, Bogor, Jumat (28/9/2018).Yamaha Racing Indonesia Simulasi start model Le Mans Style yang diikuti para pebalap peserta Yamaha Endurance Festival 2018 di Sirkuit Sentul, Bogor, Jumat (28/9/2018).

Meski begitu, rencana ini banyak menimbulkan pertanyaan. Salah satunya sumber pendanaan untuk renovasi. Pasalnya Sirkuit Sentul dimiliki oleh swasta, bukan pemerintah daerah.

Tinton Soeprapto, Komisaris Sentul International Circuit, mengatakan, pembiayaan renovasi sirkuit bersumber swasta murni, bukan dari APBD maupun APBN.

“Kalau Pak Gubernur punya gagasan ini, kita harus dukung. Dan ingat, tidak ada APBN dan APBD. Ini swasta murni, business to business,” ujar Tinton, kepada Kompas.com (16/12/2021).

Baca juga: Masuk Era Mobil Listrik, Toyota Sebut Jutaan Orang Akan Kehilangan Pekerjaan

Ilustrasi salah satu ajang ISSOM di Sirkuit SentulOtorace/DAB Ilustrasi salah satu ajang ISSOM di Sirkuit Sentul

“Melalui strong team dan kerja keroyokan. Kita ada 50 juta orang, kalau satu orang saja Rp 1 juta, sudah berapa? Jadi ini kesadaran dan kepedulian,” kata dia.

Mengenai jumlah anggaran yang dibutuhkan, Tinton mengaku belum tahu detail. Sebab ubahan Sirkuit Sentul, meskipun tidak besar-besaran, harus dapat pengakuan dari asosiasi balap internasional

“Anggarannya saya enggak tahu, karena itu kan internalnya Gubernur Jawa Barat. Tapi pada minggu depan, sebelum tanggal 27, kami diundang untuk me-redesign, yang mana redesign itu harus dapat pengakuan dari FIA dan FIM,” ucap Tinton.

“Perkara dilelang atau tidak, enggak ada masalah, itu internal dari Provinsi Jawa Barat. Tetapi kembali lagi, jangan sampai desain baru Sirkuit Sentul seperti membuang garam di laut, atau tidak bisa menyelenggarakan event internasional,” ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.