Kompas.com - 07/11/2021, 10:41 WIB
|

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta telah menerapkan "One Gate System" yang diberlakukan untuk bus pariwisata yang masuk Yogyakarta mulai 23 Oktober lalu.

Wali Kota Yogyakarta Haryadi Sayuti mengatakan, tujuan diberlakukannya one gate yakni mempermudah Pemerintah kota Yogyakarta dalam mengontrol masyarakat dan wisatawan yang masuk Yogyakarta.

Baca juga: Merasa Diremehkan, Mantan Bos Jeep Indonesia Tuntut FCA ke Negara Asal

"Jadi kalau mau masuk Yogya itu satu pintu, supaya kami mudah dalam mengontrol kaitanya dengan masyarakat termasuk penanganan pandemi dan antisipasi persebaran Covid-19," kata Haryadi kepada Kompas.com Sabtu (6/11/2021).

Menurutnya sistem satu pintu ini penting karena Yogyakarta merupakan salah satu tujuan wisatawan dari berbagai daerah.

Bus Pariwisata PO RedWhite Star PrimajasaRully Novianto Bus Pariwisata PO RedWhite Star Primajasa

Kepada Dinas Perhubungan kota Yogyakarta Agus Arif Nugroho mengatakan, pihaknya telah bekerjasama dengan Terminal untuk mewujudkan one gate system ini.

"Kita kolaborasi dengan terminal, seluruh bus pariwisata baik berukuran kecil sampai besar senua masuk terminal untuk kita lakukan skrining," kata Agus.

Baca juga: Segera Dimulai, Ini 25 Jalan di DKI Jakarta yang Terapkan Ganjil Genap

Agus menjelaskan, penerapan skrining akan dilakukan langsung di terminal dengan petugas yang sudah disiapkan.

Jika bus tersebut dinyatakan lolos, maka akan diberikan tanda berupa stiker yang menyatakan bus tersebut telah diperiksa di Terminal Giwangan. Stiker tersebut nantinya juga akan digunakan untuk menentukan lokasi parkir bus.

Heroe Poerwadi dan petugas Dishub saat cek bus di Terminal Giwangan, Sabtu (23/10/2021)KOMPAS.COM/WISANG SETO PANGARIBOWO Heroe Poerwadi dan petugas Dishub saat cek bus di Terminal Giwangan, Sabtu (23/10/2021)

"Kita juga sudah mempersiapkan aplikasi peduli Jogja yang dapat diuduh di playstore untuk wisatawan yang akan masuk wilayah Jogja," ucapnya.

Baca juga: Masih Banyak Pengemudi Belum Paham Larangan di Jalan Tol

Aplikasi ini bertujuan untuk memudahkan wisatawan ataupun biro wisata ketika akan berwisata ke Yogyakarta. Pelaku wisata dapat melakukan registrasi yang nantinya mendapatkan QR code untuk lokasi parkir wisata.

"Nanti di aprove oleh petugas dan diarahakan untuk lokasi parkirnya. Begitu sampai di tempat parkir, nanti tab lagi oleh petugas dan durasi waktu akan berkurang. Karena batasnya parkir itu 3 jam," kata dia.

Agus menambahkan, dengan adanya aturan ini orang dapat berwisata dan tidak mengakibatkan kerumunan. Secara protokol kesehatan dapat dilaksanakan dan secara mekanisme sistem lalu lintas juga bisa lancar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.