Mobilitas Transportasi Darat Diklaim Turun Signifikan

Kompas.com - 22/07/2021, 09:22 WIB
Titik penyekatan jalan tol Jasa Marga Group Jasa Marga Titik penyekatan jalan tol Jasa Marga Group

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain menegaskan aturan perjalanan darat yang masih berlaku sampai 25 Juli 2021, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga menjelaskan selama penerapan PPKM Darurat telah terjadi penurunan mobilitas yang signifikan.

Adita Irawati, Juru Bicara Kemenhub mengatakan, berdasarkan data pada masa pengendalian PPKM Darurat dari 12-20 Juli dan masa libur jelang Idul Adha, telah terjadi penurunan mobilitas masyarakat antara 30 persen sampai 86 persen.

"Jika dibandingkan mobilitas masyarakat sebelumnya, adanya SE Satgas 14 dan 15, terjadi penurunan yang cukup signifikan di semua moda transportasi, baik darat untuk kendaraan pribadi dan angkutan umum, laut, udara, dan kereta api," kata Adita dalam keterangan resminya, Rabu (21/7/2021).

Baca juga: PPKM Darurat Berlanjut, Ini Aturan Baru Perjalanan Transportasi Darat

Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Foto diambil pada Selasa (4/5/2021).KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA ACHMAD Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Foto diambil pada Selasa (4/5/2021).

Pada transportasi umum, yakni untuk pergerakan penumpang bus harian yang berangkat dari 31 Terminal Tipe A, turun mencapai 42,36 persen dari sekitar 43.000 penumpang menjadi 25.000.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk angkutan penyeberangan di lintas Merak-Bakauheni, turun 42 persen dari sekitar 46.000 menjadi 27.000 penumpang. Sedangkan di Ketapang-Gilimanuk, turun 52 persen dari sekitar 20.000 jadi hanya sekitar 9.000 penumpang.

Baca juga: Jadi PPKM Level 4, Ini Syarat Perjalanan Darat Terbaru dari Mendagri

Sedangkan kendaraan pribadi, berdasarkan pantauan lalu lintas pada empat ruas jalan tol, yakni Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Cikupa, dan Ciawi, tercatat volume yang ke luar Jabodetabek turun 30 persen dari sekitar 119.000 menjadi 84.000 kendaraan.

Pelabuhan Merak mewajibkan pengguna jasa menunjukan kartu vaksin dan hasil PCR atau antigen.KOMPAS.COM/RASYID RIDHO Pelabuhan Merak mewajibkan pengguna jasa menunjukan kartu vaksin dan hasil PCR atau antigen.

Pada arah sebaliknya, atau kendaraan yang masuk ke Jabodetabek melalui empat gerbang tol tersebut juga ikut landari sampai 33 persen. Dari biasanya sekitar 123.000 tinggal 83.000 kendaraan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.