Mobil Terparkir Lama Saat PPKM Level 4, Perlukah Tangki BBM Diisi Penuh?

Kompas.com - 22/07/2021, 07:12 WIB
Belasan mobil diparkir berjejer di area parkir kluster A Blok Bawal, Rusun Marunda, Jakarta Utara, Kamis (12/9/2013). KOMPAS.com/DIAN FATH RISALAH EL ANSHARIBelasan mobil diparkir berjejer di area parkir kluster A Blok Bawal, Rusun Marunda, Jakarta Utara, Kamis (12/9/2013).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah resmi memperpanjang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali hingga 25 Juli 2021 yang kini bernama PPKM Level 4.

Kebijakan ini dilakukan guna menekan laju penyebaran virus Covid-19 yang kian melonjak.

Dengan diberlakukannya PPKM Darurat, tentu segala aktivitas dan pelayanan masyarakat akan dibatasi. Mulai dari kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH), menutup pusat perbelanjaan, tempat wisata ditutup, hingga ditutupnya tempat ibadah.

Baca juga: Promo Suzuki, Diskon sampai Rp 4 Juta dan Gratis Angsuran

Minimnya aktivitas di luar rumah juga akan membuat kendaraan yang selama ini digunakan untuk aktivitas sehari-hari akan lebih banyak terparkir di garasi.

Meski tidak digunakan, pemilik mobil juga tidak boleh mengabaikan perawatan kendaraannya. Salah satu yang perlu diperhatikan saat mobil lama menganggur ialah sisa bensin yang ada di dalam tangki bahan bakar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

Kepala Bengkel Auto2000 Bekasi Sapta Agung Nugraha menyarankan, pemilik kendaraan roda empat sebaiknya mengisi bahan bakar minyak (BBM) dengan penuh, untuk menghindari karat pada tempat penyimpanan BBM.

“Apalagi jika mobil jarang digunakan, akan terjadi penguapan jika tangki BBM dalam keadaan kosong atau tidak penuh,” ucap Sapta kepada Kompas.com belum lama ini.

Sapta melanjutkan, tetapi jika mobil tersebut aktif dalam artian setiap hari digunakan untuk beraktifitas, tidak masalah jika tidak diisi penuh. Tujuan sebenarnya hanya sebagai kenyamanan untuk pemilik mobil saja.

Baca juga: 5 Patokan Perawatan CVT Motor Matik

Apabila mengisi penuh pun, Sapta mengatakan, ada aturannya atau jangan sampai meluap ke permukaan. Minta kepada petugas SPBU sampai nozzel BBM berbunyi klik. Karena bagaimanapun tangki BBM butuh ruang untuk udara, yang berfungsi agar BBM bisa mengembang.

“Apabila ruangannya penuh oleh bensin maka udara akan keluar melalui lubang hawa. Hal ini tentu saja sama dengan membuang BBM dengan percuma,” kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X