Quartararo Akui Yamaha Tidak Konsisten Seperti Suzuki

Kompas.com - 10/11/2020, 08:42 WIB
Pebalap Petronas Yamaha SRT asal Perancis, Fabio Quartararo, saat tampil pada sesi kualifikasi MotoGP San Marino, di Sirkuit Misano Marco Simoncelli, Sabtu (12/9/2020). AFP/ANDREAS SOLAROPebalap Petronas Yamaha SRT asal Perancis, Fabio Quartararo, saat tampil pada sesi kualifikasi MotoGP San Marino, di Sirkuit Misano Marco Simoncelli, Sabtu (12/9/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pebalap Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo harus menelan pil pahit, lantaran peluangnya untuk mendapatkan juara dunia MotoGP 2020 kian kandas.

Quartarao mengalami nasib buruk pada penampilan terakhirnya di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Minggu (8/11/2020), rider 21 tahun itu crash di tikungan 8 lap pertama diduga karena ban motornya yang kehilangan cengkeraman.

Meski tetap melanjutkan balapan sampai finish, Quartararo hanya mampu menempati posisi ke-14 dengan tambahan 2 poin.

Artinya, hingga saat ini dirinya sudah mengumpulkan 125 poin, dan memiliki selisih yang cukup jauh dengan Joan Mir yang menduduki posisi puncak dengan raihan 162 poin.

Baca juga: Lampu Mobil Halogen dan LED di Mata Keselamatan Berkendara

“Ini adalah musim yang sangat tidak biasa bagi saya dan Yamaha, sementara mereka (Suzuki) selalu berada di puncak. Mereka selalu melangkah di depan kami, sepertinya kedua pebalap (Rins dan Mir) benar-benar tak terkalahkan,” ujar Quartararo dikutip dari gpone, Senin (9/11/2020).

Pebalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, merasa bangga usai memenangi balapan MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez, Minggu (19/7/2020).AFP/JAVIER SORIANO Pebalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, merasa bangga usai memenangi balapan MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez, Minggu (19/7/2020).

Melihat kondisi ini, peluang juara dunia Quartararo pun perlahan sirna. Sebab, untuk mengalahkan Mir, Quartararo harus menang pada dua seri terakhir, ditambah Mir tidak boleh meraih total 14 poin selama dua seri tersebut, tentu hal ini sangat sulit untuk dilakukan.

“Dengan Yamaha, antara Anda menang atau kalah. Bila semuanya berjalan sempurna Anda bisa beruntung, jika tidak, Anda tidak dapat melakukan apapun. Situasi ini membuat saya merasa buruk. Saya tidak senang dengan musim saya kali ini,” kata Quartararo.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Kaca Mobil Terbuka Bisa Merusak AC?

Rider asal Prancis ini pun menyesal melihat perfomanya yang tidak konsisten di musim ini.

“Minggu lalu Morbidelli menang, hari ini kita semua berjalan buruk, kita terlalu tidak konsisten. Berbeda dengan rider Suzuki yang selalu konsisten,” ucap Quartararo.

Bicara peluangnya menjadi juara dunia musim ini, Quartararo tampak pasrah dan mengatakan hal itu tidak akan mungkin lagi digapainya.

“Saya betul-betul frustasi, saya kehilangan kejuaraan hari ini, tapi secara keseluruhan ini adalah musim yang sulit. Juara dunia? Jelas saya sudah kehilangan peluang,” tuturnya.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X