Demi Daya Saing, Kemenperin Perdalam Struktur Manufaktur Otomotif

Kompas.com - 09/03/2020, 11:02 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memimpin rapat koordinasi di Kemenperin, Jakarta, Senin (30/12/2019). (Foto: Humas Kemenperin) KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIMenteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memimpin rapat koordinasi di Kemenperin, Jakarta, Senin (30/12/2019). (Foto: Humas Kemenperin)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian ( Kemenperin) berupaya untuk memperkuat daya saing industri otomotif dalam negeri melalui pendalaman struktur manufakturnya.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut, hal ini sebagai salah satu cara untuk mempersiapkan era industri 4.0, sesuai dengan peta jalan Making Indonesia 4.0. Adapun langkah strategis yang dijalankan yakni mendorong peningkatan investasi industri komponen.

"Saat ini kita punya sekitar 700 industri otomotif. Jumlah tersebut perlu terus dipicu, namun yang terpenting saat ini kita harus optimalkan dari potensi yang ada untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri," katanya melalui keterangan resmi, Jakarta, Minggu (8/3/2020).

Baca juga: Menperin Tegaskan 2023 Indonesia Bebas ODOL

Pekerja merakit mobil pick up di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) untuk mulai beroperasi memproduksi mobil. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho Pekerja merakit mobil pick up di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) untuk mulai beroperasi memproduksi mobil. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.

Ia juga mengegaskan bahwa industri otomotif merupakan satu dari lima sektor manufaktor yang mendapat prioritas pengembangan dalam memasuki era industri 4.0.

Berdasarkan laporan yang dirilis oleh IHS Markit, Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia mengalami kenaikan dari 49,3 pada bulan Januari ke posisi 51,9 di Februari 2020. Poin ini menandakan geliat industri dalam fase ekspansif.

“Selama ini industri otomotif memberikan kontribusi yang cukup signfikan bagi perekonomian nasional, termasuk berperan pada tumbuhnya indeks PMI manufaktur Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, sumbangsih lainnya diperlihatkan dari capaian ekspor kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang menujukkan tren posistif.

Baca juga: Menperin Pastikan Indonesia Bersih dari Impor Truk Bekas, Kecuali...

Ekspor mobilTMMIN Ekspor mobil

Pada tahun 2019, jumlah ekspor kendaraan Completely Build Up (CBU) tercatat 332.000 unit atau naik 25,5% dari tahun sebelumnya. Selain itu, ekspor kendaraan secara Completely Knock Down (CKD) mampu mencapai 511.000 set atau naik 523,5% dibanding tahun 2018.

Agus meyakini, laju industri otomotif di Tanah Air masih bisa diakselerasi pada tahun ini, meskipun di tengah kondisi tekanan ekonomi global hingga dampak wabah virus korona. Kemenperin pun memasang target pertumbuhan industri otomotif bisa menyentuh 6% pada tahun 2020.

“Kita semua harus punya semangat optimisme dalam membangun industri, karena akan berdampak luas terhadap perekonomian, seperti pada bertambahnya penerimaan devisa dan penyerapan tenaga kerja,” ujar dia.

"Oleh sebab itu, kita akan ciptakan iklim usaha yang kondusif misalkan dengan memberikan kemudahan perizinan dan insentif fiskal seperti super tax deduction. Menciptakan sinergi pemerintah dengan pelaku industri," lanjut Agus.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X