Menperin Pastikan Indonesia Bersih dari Impor Truk Bekas, Kecuali...

Kompas.com - 05/03/2020, 16:55 WIB
Kebijakan pemerintah membuka keran impor truk bekas akan menekan pebisnis lokal. Aditya M/KompasOtomotifKebijakan pemerintah membuka keran impor truk bekas akan menekan pebisnis lokal.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan rumor terkait impor truk bekas tidak akan terealisasi di Indonesia. Sehingga, pelaku industri otomotif tak perlu khawatir.

Menurut dia, beredarnya isu tentang impor truk bekas beberapa waktu lalu menumbuhkan kekhawatiran bagi industri terkait.

Sebab, prilaku tersebut mampu mengurangi produktivitas dan daya saing kendaraan komersial atau niaga di dalam negeri.

"Saya ingin sampaikan bahwa Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tidak memperbolehkan impor truk bekas, itu tidak akan terjadi. Industri otomotif Indonesia itu mampu, jadi tidak ada alasan untuk membuka impor truk bekas," kata Agus di pameran Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2020, Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Baca juga: Menperin Singgung Soal Tuntutan Bisnis dan Risiko Corona di GIICOMVEC

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memimpin rapat koordinasi di Kemenperin, Jakarta, Senin (30/12/2019). (Foto: Humas Kemenperin)KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARI Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memimpin rapat koordinasi di Kemenperin, Jakarta, Senin (30/12/2019). (Foto: Humas Kemenperin)

Agus mengaku, peluang impor truk bekas memang masih terbuka. Namun hal ini hanya dimungkinkan untuk kendaraan yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri.

Baca juga: MG Resmi Masuk Indonesia, Langsung Bawa SUV

"Utilisasi kita untuk produksi truk itu masih mencukupi dan bersaing. Tapi khusus produk-produk yang belum diproduksi di Indonesia dan memang dibutuhkan, itu diperbolehkan," katanya.

"Misalnya kendaraan tertentu untuk pertambangan. Sebenarnya tidak hanya kendaraan berat saja, namun produk yang memang belum bisa diproduksi di sini. Kita akan pertimbangkan seperti apa nantinya," lanjut Agus.

Guna memastikan seluruh kebijakan yang dibuat tepat sasaran, Kemenperin akan mengundang pihak Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dalam suatu rapat pekan depan untuk membicarakan lebih lanjut.

"Kita akan undang untuk rapat kerja dan sama-sama duduk untuk dengar masukan, termasuk dari asosiasi. Kebutuhan apa saja yang perlu jadi perhatian," kata Agus.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X