Aturan Zero ODOL Bakal Berdampak Positif pada Penjualan Truk?

Kompas.com - 12/02/2020, 15:22 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau ujicoba bersama dengan PT Jasa Marga, Ditjen Hubdat dan Kepolisian di jembatan timbang Weigh-In-Motion (WIM) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 9 pada Minggu (22/9/2019) DOKUMENTASI KEMENHUBMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau ujicoba bersama dengan PT Jasa Marga, Ditjen Hubdat dan Kepolisian di jembatan timbang Weigh-In-Motion (WIM) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 9 pada Minggu (22/9/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Perhubungan dan Kementerian Perindustrian akhirnya telah bersepakat aturan Zero Odol (over dimension dan over load) akan diberlakukan pada 2022. Dengan diberlakukannya aturan ini, penjualan kendaraan niaga secara tak langsung akan terkena dampak positif.

Duljatmono, Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, mengatakan jika aturan zero odol akan membuat penjualan truk dapat bertambah signifikan.

“Dalam jangka panjang, Odol itu membangkitkan potensi demand, jangka pendek belum,” ujarnya di Jakarta (11/2/2020).

Baca juga: Kesalahan Pengemudi yang Bikin Transmisi Matik Cepat Jebol

Mitsubishi Fuso optimis pasar kendaraan niaga tahun 2020 membaikKompas.com/Dio Mitsubishi Fuso optimis pasar kendaraan niaga tahun 2020 membaik

Menurutnya, pengusaha yang melakukan usaha tersebut bakal melakukan sejumlah penyesuaian terlebih dulu, jika kendaraannya masuk dalam kategori ODOL. Seperti melakukan sejumlah modifikasi, dari yang sesuai dengan aturan sampai yang illegal.

“Tapi begitu sudah tidak cukup lagi, kapasitas sudah enggak bisa dicover oleh truk yang panjang, mau enggak mau dia tambah armada,” kata Duljatmono.

“Itu yang saya sebut, kalau 2021 benar-benar diterapkan zero odol, orang sudah enggak bisa mengangkut satu setengah truk. Mau enggak mau harus jadi dua truk, jadi harus investasi lagi,” ucapnya.

Baca juga: Selain XL7, Suzuki Punya SUV Baru untuk Indonesia

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi lakukan pemotongan truk yang kelebihan muatan, Bekasi, Jawa Barat, Senin (30/9/2019)KOMPAS.com/Ruly Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi lakukan pemotongan truk yang kelebihan muatan, Bekasi, Jawa Barat, Senin (30/9/2019)

Meski begitu, ia belum bisa memastikan kapan penjualan truk bisa segera bertambah. Begitu juga soal berapa besar potensi dari aturan Zero Odol jika nanti akan benar-benar diterapkan.

“Ini yang saya bilang masih harus tunggu ke depan, secara bertahap. Potensinya saya belum bisa lihat seberapa besar, tapi yang jelas pasti cukup signifikan menambah volume penjualan,” ujar Duljatmono.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X