Toyota Masih Jadi Eksportir Terbesar di Indonesia

Kompas.com - 13/10/2016, 07:01 WIB
EditorAgung Kurniawan


Jakarta, KompasOtomotif
- PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) kembali mengukuhkan diri sebagai produsen mobil dengan kinerja ekspor terbaik pada tahun ini. Merek terbesar dari Jepang ini kembali meraih Primaniyarta Award 2016 dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, yang ke-7 kalinya di kategori Eksportir Berkinerja.

Penghargaan diberikan langsung oleh Presiden Joko Widodo yang didampingi Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, kepada Senior Direktur TMMIN Edward Otto Kanter dalam acara pembukaan Trade Expo 2016, Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, Jakarta, Rabu (12/10/2016).

“Semoga, kinerja ekspor kami dapat berkontribusi  dalam upaya meningkatkan ekspor non-komoditas yang mendukung penambahan devisa negara,” ujar Edward, setelah acara. Edward juga mengatakan, kinerja ekspor perusahaan hanya bisa diraih berkat dukungan semua pihak, terutama pemerintah.

Penghargaan ini sudah dikantongi TMMIN sejak 2008, 2010, 2011, selanjutnya berturut-turut dari 2013 sampai 2016.  Tahun lalu nilai ekspor Toyota tercatat Bank Indonesia mencapai 2 miliar dollar Amerika Serikat. Sedangkan akumulasi sejak pertama kali ekspor mulai 2004 sampai saat ini ditaksir lebih dari 15 miliar dollar AS.

Toyota saat ini memproduksi beberapa model di pabrik sendiri, yakni Kijang Innova, Fortuner, Etios Valco Vios, Yaris, dan tambahan model baru Sienta. Sedangkan Daihatsu (bagian dari grup Toyota) memasok Avanza, Rush, Town/Lite Ace, dan Agya. Dari semua model di atas, cuma Etios Valco yang tidak diekspor ke luar Indonesia.

Selain mobil, Toyota juga sudah menjadikan Indonesia basis produksi dua tipe mesin, TR-K dan R-NR. Keduanya merupakan mesin bensin dan ethanol. Kemudian juga ada produksi komponen, termasuk alat bantu produksi pengelasan (jigs), dan pengepresan (dies).

2016

Periode Januari- September 2016, TMMIN mengaku sudah mengekspor 123.700 unit mobil dalam keadaan utuh (completely built up/CBU). Selain itu juga ada ekspor mobil dalam kondisi terurai (completely knocked down/CKD) hingga 34.500 unit.

Komponen lain, seperti mesin bensin sudah terkirim lebih dari 90.300 unit. Kemudian mesin ethanol tercatat 16.200 unit, dan komponen kendaraan sekitar 64,7 juta buah. Produk-produk ekspor ini dikirim ke lebih dari 80 negara di kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, Kepulauan Karibia, Pasifik, serta Timur Tengah.

“Saat ini rata-rata volume ekspor kendaraan utuh (CBU) dari pabrik Toyota dan grup (Daihatsu) di Indonesia telah mencapai 12.000 unit per bulan. Sedangkan mesin, CKD, dan komponen sebanyak 750 container (FeU) per bulan,” kata Edward.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.