Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tren Kendaraan Niaga Listrik di Mata Bisnis Logistik

Kompas.com - 24/02/2023, 17:01 WIB

Apalagi, menurut Reza mengenai harga mobil listrik lebih mahal dari mobil konvensional. Kemudian untuk masalah daya tahan dan fasilitas charging masih belum ada gambaran jelas.

“Mungkin butuh 5 sampai 10 tahun lagi untuk siap. Mungkin yah. Ini tergantung kebijakan pemerintah. Begitu sih kalau dari sudut pandang kita yang transportasi,” kata Reza.

Belum lagi, jika menggunakan kendaraan listrik perlu memangkas waktu untuk mengisi daya baterai 1-2 jam. Hal ini tentunya akan menghambat kinerja operasional layanan niaga.

“Itu tidak bisa yah. Kalau bagi jenis usaha niaga dan PO, mobil itu andalan. Lebih baik mobil itu (konvensional) terus-terusan jalan supaya omset terus muter. Nah kalau ada jeda kita akan kehilangan omset,” kata Reza.

Senada dengan hal tersebut, Suwanto Branding Manager J&T Cargo mengatakan jika saat ini layanan dari perusahaannya belum menggunakan kendaraan listrik. Hal ini berkaitan dengan jarak antar yang sangat jauh dari mobil, alhasil mobil listrik niaga masih belum jadi pertimbangan.

Baca juga: Karakter Pembeli SUV Lexus, Orang Kaya dan Penasaran Mobil Listrik

“Kalau dari operasional kita belum. Karena kendaraan cargo itu harus untuk jarak yang jauh sekali. Bahkan kita dari Jakarta bisa langsung tembus ke Aceh. Jadi kalau pakai listrik masih belum untuk industri kargo di bisnis kami. Masih truk dan blind van biasa,” kata Suwanto kepada Kompas.com di sela-sela acara IIMS 2023, Kamis (23/ 2/2023).

Suwanto Branding Manager J&T Cargo KOMPAS.com/ JANLIKA PUTRI Suwanto Branding Manager J&T Cargo

Menurut Suwanto, pihaknya belum menemukan formula yang tepat agar perjalanan bisa mulus dari daerah satu ke daerah lainnya dengan menggunakan kendaraan niaga listrik.

“Mungkin kalau ada banyak charging station atau baterai cadangan mungkin bisa, tapi saat ini mobil belum bisa, masih untuk motor. Tapi waktu tempuh takut kepangkas,” kata Suwanto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com