Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[POPULER OTOMOTIF] Pecah Ban saat Berkendara di Tol, Ini yang Harus Dilakukan | Sistem One Way di Serpong dan Pamulang Berlaku Efektif Awal 2023

Kompas.com - 01/01/2023, 07:01 WIB
Janlika Putri Indah Sari,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ban pecah jadi salah satu penyebab kasus kecelakaan lalu lintas di Indonesia, terutama di jalan tol.

Mobil bisa langsung keluar jalur, oleng, atau bahkan menabrak kendaraan lainnya. Karena itu, ada baiknya sebelum kondisi tersebut terjadi pemilik mobil melakukan langkah-langkah pencegahan.

Selain itu, guna mengatasi kemacetan di kawasan Pamulang dan Serpong, Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memberlakukan sistem one way (satu arah).

Rencananya pemberlakuan sistem one way tersebut mulai efektif diberlakukan pada periode awal 2023.

Sebagai informasi sistem one way telah diuji coba di kawasan Serpong pada tanggal 20 hingga 24 Desember 2022 lalu. Sedangkan di wilayah Pondok

Berikut 5 artikel terpopuler di kanal otomotif pada Sabtu, 31 Desember 2022 :

1. Pecah Ban saat Berkendara di Tol, Ini yang Harus Dilakukan 

Salah satunya dengan rutin cek kondisi ban. Namun demikian, teknik dasar berkendara juga harus dipahami untuk menekan potensi terjadinya risiko yang fatal.

Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) mengatakan, batas aman kecepatan terutama di jalan tol wajib diperhatikan.

Baca juga: Pecah Ban saat Berkendara di Tol, Ini yang Harus Dilakukan

2. Sistem One Way di Serpong dan Pamulang Berlaku Efektif Awal 2023

Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Raya Kalimalang, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (7/5/2022). Ruas jalan arteri Kalimalang arah Bekasi terpantau mengalami kepadatan kendaraan hingga sekitar empat kilometer imbas dari diberlakukannya sistem satu jalur (one way) di Tol Jakarta-Cikampek.ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Raya Kalimalang, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (7/5/2022). Ruas jalan arteri Kalimalang arah Bekasi terpantau mengalami kepadatan kendaraan hingga sekitar empat kilometer imbas dari diberlakukannya sistem satu jalur (one way) di Tol Jakarta-Cikampek.

Uji coba one way di kawasan Serpong berlangsung di Simpang Tiga Buaran – Simpang Empat Viktor – Simpang Empat Muncul hingga Simpang Bundaran Tekno.

Ada 2 opsi yang dijalankan, di mana masing-masing dilakukan selama 2 hari sejak tanggal 20 Desember hingga 24 Desember 2022.

Pada opsi pertama, seluruh kendaraan dari arah BSD menuju Simpang Empat Viktor dibuat satu arah melalui Jalan Buaran.

Lalu arus kendaraan yang menuju Simpang Empat Muncul dari arah Simpang Empat Viktor juga dibuat satu arah.

Baca juga: Sistem One Way di Serpong dan Pamulang Berlaku Efektif Awal 2023

3. Pengendara Motor Cuek Lawan Arah, Ternyata Kena ETLE Mobile

Beberapa pengendara motor terlihat melawan arah dan ditindak menggunakan ETLE MobileDok. @jakut.info Beberapa pengendara motor terlihat melawan arah dan ditindak menggunakan ETLE Mobile

Pelanggaran lalu lintas masih kerap dilakukan para pengendara sepeda motor. Banyak yang menaati aturan lalu lintas hanya karena ada polisi yang bertugas.

Tapi, kali ini tidak sedikit pengendara motor yang cuek lawan arah, meskipun ada mobil patroli polisi yang sedang bertugas.

Kejadian ini terekam di media sosial, di mana petugas kepolisian sedang melakukan penindakan pelanggaran. Bedanya, bukan tilang manual, melainkan dengan ETLE Mobile.

Baca juga: Pengendara Motor Cuek Lawan Arah, Ternyata Kena ETLE Mobile

4. Kejadian Lagi, Mobil Meluncur Akibat Lupa Tarik Rem Tangan

Penyebab utama tali rem tangan putusStanly/Otomania Penyebab utama tali rem tangan putus

Tak sedikit orang yang lalai mengaktifkan rem tangan saat parkir mobil. Hal ini bisa berbahaya jika lintasan parkirnya tidak landai.

Seperti yang terlihat dalam video yang diunggah oleh akun Instagram bernama @infocegatansukoharjo, pada Jumat (31/12/2022).

Dalam video tersebut memperlihatkan mobil Toyota Fortuner berwarna putih yang mundur saat hendak parkir di jalan menurun.

Baca juga: Kejadian Lagi, Mobil Meluncur Akibat Lupa Tarik Rem Tangan

5. Tanpa QR Code, Beli Solar Subsidi Dibatasi 20 Liter Per Hari

Uji Coba beli Solar Subsidi dengan QR CodeMyPertamina Uji Coba beli Solar Subsidi dengan QR Code

Pembelian Solar Subsidi menggunakan QR Code, sudah mulai dilakukan Pertamina sejak 1 Desember 2022.

Dengan adanya ketentuan yang mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tersebut, maka masing-masing kendaraan yang membeli solar subsidi akan dibatasi.

Namun jatah tersebut berlaku bagi yang sudah mendaftar program subsidi tepat via MyPertamina, dan sudah mendapatkan QR Code. Bila tidak kuotanya lebih sedikit.

Baca juga: Tanpa QR Code, Beli Solar Subsidi Dibatasi 20 Liter Per Hari

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com