Kenapa Jalur Puncak Tetap Macet meski Sudah Pakai Ganjil Genap?

Kompas.com - 05/11/2021, 13:01 WIB
Kendaraan mengantre selepas pintu tol Gadog, Ciawi menuju jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/6). Antrean panjang terjadi akibat tingginya volume kendaraan warga Jabodetabek yang ingin mengisi libur Lebaran di jalur wisata Puncak, Bogor dan sekitarnya sehingga Polres Bogor memberlakukan sistem buka tutup satu arah untuk mengurai kepadatan. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/nz/17/p ARIF FIRMANSYAHKendaraan mengantre selepas pintu tol Gadog, Ciawi menuju jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/6). Antrean panjang terjadi akibat tingginya volume kendaraan warga Jabodetabek yang ingin mengisi libur Lebaran di jalur wisata Puncak, Bogor dan sekitarnya sehingga Polres Bogor memberlakukan sistem buka tutup satu arah untuk mengurai kepadatan. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/nz/17/p
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, mulai rutin memberlakukan kebijakan pembatasan kendaraan dengan skema ganjil genap. Namun demikian, aturan itu tidak serta-merta menghapus kemacetan yang hampir terjadi setiap akhir pekan.

Sigit Irfansyah, Direktur Lalu Lintas Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), ada beberapa sebab yang membuat kawasan Puncak selalu macet meskipun telah dilakukan berbagai pembatasan mobilitas.

Menurutnya, selama pandemi Puncak tidak macet karena banyak kawasan wisata tutup. Namun, setelah turun level PPKM-nya, banyak orang mulai jenuh dan ingin beraktivitas.

Baca juga: Kecelakaan Maut Vanessa Angel, Begini Ciri-ciri Sopir Mengantuk

Sejumlah kendaraan melintas di jalur Puncak Cianjur, Jawa Barat, Kamis (2/9/2021) petang. Terhitung hari ini jajaran Satlantas Polres Cianjur mulai memberlakukan ganji genap.KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Sejumlah kendaraan melintas di jalur Puncak Cianjur, Jawa Barat, Kamis (2/9/2021) petang. Terhitung hari ini jajaran Satlantas Polres Cianjur mulai memberlakukan ganji genap.

Namun, karena kawasan wisata masih dibatasi pengunjungnya, akhirnya banyak orang yang mengantre masuk ke lokasi wisata, sehingga menimbulkan kemacetan panjang.

"Jadi kita atur sedemikian rupa, kita terapkan ganjil genap di puncak dengan diskresi kepolisian, ya (akhirnya) tetap macet, karena (adanya) hambatan samping. Jadi bukan karena traffic-nya,” ujar Sigit, dalam webinar yang digelar MTI, Kamis (4/11/2021).

“Di puncak tetap macet? Iya, karena hambatan samping, orang keluar masuk. Traffic di puncak sudah berkurang, karena banyak orang mikir 'saya tidak perlu ke Puncak setiap minggu, cukup sebulan dua kali, karena mobil saya ganjil atau genap',” kata dia.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Tunggal Mobil Vanessa Angel

Petugas gabungan sedang menjaga pemeriksaan ganjil genap di Simpang Gadog, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN Petugas gabungan sedang menjaga pemeriksaan ganjil genap di Simpang Gadog, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Selain itu, Sigit mengatakan bahwa kawasan Puncak sudah macet selama puluhan tahun ketika akhir pekan.

Kebijakan yang dilakukan selama ini adalah dengan memberlakukan buka-tutup jalur yang mana sifatnya situasional.

“Tujuan kita adalah untuk mengurangi penyebaran (virus). Tentunya supply juga harus dibatasi, dengan itu kita coba ganjil genap," ucap Sigit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.