Punya Kendaraan Listrik, Jangan Sampai Tunggu Low Bat Baru Dicas

Kompas.com - 30/05/2021, 12:01 WIB
Pertamina resmikan SPKLU komersial pertamanya di Fatmawati PertaminaPertamina resmikan SPKLU komersial pertamanya di Fatmawati
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Memiliki kendaraan listrik barangkali jadi impian sejumlah orang untuk berkontribusi memberikan dampak yang lebih baik bagi lingkungan.

Namun memiliki kendaraan listrik rupanya memiliki sejumlah perbedaan kebiasaan dibandingkan kendaraan konvensional.

Misal mobil dengan mesin bakar internal, jika tak diisi BBM risikonya mogok. Sementara mobil listrik, jika tidak diisi ulang dayanya, bahkan sampai baterai habis bisa menyebabkan kerusakan.

Baca juga: Viral Foto Motor Versus Sepeda, Ini Baiknya dari Sisi Safety Riding

Ilustrasi SPKLUKOMPAS.com/Ruly Ilustrasi SPKLU

Muhammad Nur Yuniarto, Ketua Laboratorium Mobil Listrik Nasional ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember), mengatakan, baterai pada kendaraan listrik harus dirawat dan diperhatikan secara khusus.

Sebab berbeda dengan kendaraan konvensional, yang wajib menjaga kesehatan mesin. Pada kendaraan listrik baterai punya peran yang cukup dominan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Perawatan baterai pada kendaraan listrik, bagaimana men-treatment baterai kita, harus selalu terisi baterainya dan tidak boleh di bawah 10 persen atau 30 persen misalnya,” ujar Nur, dalam webinar yang disiarkan Youtube LBMM ITS, Sabtu (29/5/2021).

Baca juga: Catat, Ini Besaran Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor

Baterai Mobil Listrik Nissan Leaf Foto: Wikipedia/H.Kashioka Baterai Mobil Listrik Nissan Leaf

“Karena baterai memiliki self discharge, kalau tidak dipakai atau didiamkan saja, lama-lama akan habis sendiri. Kalau sudah sampai ke 0 persen habisnya, baterai ini harus segera di-repair karena kemungkinan besar akan ada beberapa sel yang rusak,” kata dia.

Nur juga menambahkan, secara umum perawatan kendaraan listrik lebih sederhana ketimbang mesin bakar internal.

Misalnya, pemilik hanya diharuskan memperhatikan kesehatan kaki-kaki dengan memastikan tapak ban dalam kondisi optimal. Termasuk juga ketebalan kampas rem.

Baca juga: Mengenal Beragam Model Bus Besar AKAP di Indonesia

Menggunakan baterai jenis lithium-ion, Lexus UX 300e memiliki motor listrik berkapasitas 54,3 kilowatt per jam (kWh) yang dapat menghasilkan 201 horsepower dan torsi 300 Newton meter (Nm).DOK. LEXUS INDONESIA Menggunakan baterai jenis lithium-ion, Lexus UX 300e memiliki motor listrik berkapasitas 54,3 kilowatt per jam (kWh) yang dapat menghasilkan 201 horsepower dan torsi 300 Newton meter (Nm).

Kemudian penggantian secara rutin cairan-cairan, seperti minyak rem, dan air radiator atau sistem pendinginan. Adapun komponen lainnya hanya dicek ketika bermasalah saja.

“Di sini tidak ada servis motor listrik, servis terhadap kontrolernya, dan sebagainya. Jadi servis yang saat ini dilakukan pada kendaraan konvensional, itu tidak dilakukan pada kendaraan listrik,” kata Nur.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X