Kendaraan Listrik Ternyata Sudah Populer Sejak Era 1900-an

Kompas.com - 30/05/2021, 11:01 WIB
Petugas melakukan pengisian mobil listrik saat penandatangan kesepakatan kerjasama antara PT. Grahabuana Cikarang sebagai pengembang kawasan Kota Jababeka Cikarang dan PT. Starvo Global Energi di Jakarta, Selasa (25/5/2021). Kesepakatan kerjasama ini mencakup pengadaan, penjualan dan pemasangan SPKLU/EVCS (Electric Vehicle Charging Station) yang difokuskan di kawasan Kota Jababeka, meliputi gedung-gedung komersial, smart manufactures, smart homes serta pembangunan stasiun mandiri SPKLU di area umum dan terbuka. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOPetugas melakukan pengisian mobil listrik saat penandatangan kesepakatan kerjasama antara PT. Grahabuana Cikarang sebagai pengembang kawasan Kota Jababeka Cikarang dan PT. Starvo Global Energi di Jakarta, Selasa (25/5/2021). Kesepakatan kerjasama ini mencakup pengadaan, penjualan dan pemasangan SPKLU/EVCS (Electric Vehicle Charging Station) yang difokuskan di kawasan Kota Jababeka, meliputi gedung-gedung komersial, smart manufactures, smart homes serta pembangunan stasiun mandiri SPKLU di area umum dan terbuka.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Belakangan tren penggunaan kendaraan listrik di dunia, termasuk di Indonesia semakin menguat. Munculnya sejumlah merek otomotif yang memasarkan kendaraan listrik jadi salah satu indikatornya.

Meski begitu, tren penggunaan kendaraan listrik rupanya tidak baru kali ini terjadi. Mobil dan motor listrik disebut-sebut sudah banyak beredar pada dekade 1900-an.

Hal ini diungkap oleh Muhammad Nur Yuniarto, Ketua Laboratorium Mobil Listrik Nasional ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember), dalam webinar yang disiarkan Youtube LBMM ITS, Sabtu (29/5/2021).

Baca juga: Viral Foto Motor Versus Sepeda, Ini Baiknya dari Sisi Safety Riding

Diler Gesits di Solo, Jawa TengahArif Nugrahadi Diler Gesits di Solo, Jawa Tengah

Nur mengatakan, ketika produksi BBM belum berkembang, para insinyur sudah banyak menciptakan kendaraan listrik.

Namun penggunaan kendaraan listrik secara perlahan tergantikan dengan mesin bakar internal, yang mengalami peningkatan penjualan sejalan dengan berkembangnya teknologi pengolahan minyak bumi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Jadi bukan Tesla yang pertama kali mengkomersialisasikan kendaraan listrik, tapi justru sudah ada di awal-awal tahun 1900-an, kendaraan listrik di Amerika dan Eropa sana sudah cukup banyak,” ujar Nur.

Baca juga: Terjadi Lagi Tabrakan Beruntun di Jalan Tol, Jangan Cuma Andalkan Skill

Pertamina resmikan SPKLU komersial pertamanya di FatmawatiPertamina Pertamina resmikan SPKLU komersial pertamanya di Fatmawati

“Ini bukan teknologi yang baru. Tapi merupakan improvement dari teknologi lama, yang dulu pernah dibuat di sektor transportasi,” kata dia.

Nur juga menambahkan, teknologi kendaraan listrik saat ini sudah berkembang pesat dibandingkan zaman dulu. Akan tetapi, penggunaan kendaraan ramah lingkungan ini tetap memiliki tantangannya sendiri.

“Saat ini yang menjadi tantangan utama kendaraan listrik adalah bagaimana mengecilkan volume baterai tanpa harus mengorbankan range atau jarak tempuh,” ucap Nur.

Baca juga: Mengenal Beragam Model Bus Besar AKAP di Indonesia

Sasis, baterai, motor listrik pada mobil listrik murni (BEV) Toyota, Lexus UX 300e.Toyota Sasis, baterai, motor listrik pada mobil listrik murni (BEV) Toyota, Lexus UX 300e.

“Tantangan kendaraan listrik saat ini juga bagaimana kita bisa me-recharge ulang baterai dengan cepat, secepat kalau kita mengisi bensin. Itu juga salah satu hambatan atau tantangan orang beralih ke kendaraan listrik,” tuturnya.

Walau demikian, ia tetap meyakini ke depannya kendaraan listrik bakal jadi pilihan masyarakat dalam melakukan mobilitas.

“Kalau saya prediksi, semua sektor transportasi akan beralih ke listrik. Baik itu kendaraan roda empat, maupun roda dua, dan kita saat ini sedang dalam masa peralihan itu,” kata Nur.

“Jadi perkiraannya tahun 2040, sekitar 50 persen kendaraan listrik akan berada di muka bumi, dari total seluruh kendaraan yang ada di dunia,” ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X