Apa Benar, Buka Kaca Mobil Saat Berkendara Bikin Boros BBM

Kompas.com - 14/05/2021, 08:02 WIB
Ilustrasi berkendara aman dan nyaman SHUTTERSTOCKIlustrasi berkendara aman dan nyaman

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak jarang pengemudi yang melaju di jalan raya atau jalan bebas hambatan kerap membuka kaca lebar-lebar, agar angin dapat menggantikan fungsi pendingin di kabin.

Perlu diketahui, hambatan udara dalam ilmu aerodinamika ketika mobil melaju kencang tidak hanya memengaruhi stabilnya pergerakan, akan tetapi juga berefek pada urusan efesiensi bahan bakar mobil.

Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan, memperhatikan konsep tahanan udara (coefficient of drag/COD) cukup penting, meski dalam lingkup berkendara sehari-hari, bukan untuk urusan balap. Salah satu tujuannya adalah demi efisiensi bahan bakar.

Baca juga: Promo Lebaran dari Peugeot, Uang Muka Cuma Rp 19 Juta

Didi memberi contoh, membuka atau menutup jendela mobil saat melaju dalam kecepatan tinggi punya efek berbeda. Semakin jendela dibuka, maka laju mobil akan ditahan oleh udara yang masuk ke dalam mobil.

Honda Prospect Motor menggelar uji coba berkendara di jalan tol layang menggunakan Honda CR-VHPM Honda Prospect Motor menggelar uji coba berkendara di jalan tol layang menggunakan Honda CR-V

“Saat mobil tertahan oleh angin, pergerakan mobil akan terhambat. Pengaruhnya adalah efesiensi bahan bakar yang tidak optimal. Jadi memang sebaiknya, jendela mobil ditutup ketika mobil melaju dengan kecepatan cukup tinggi,” ucap Didi saat dihubungi Kompas.com, Senin (11/5/2021).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Rayakan Ultah 75 Tahun, Vespa Primavera dan Sprint Punya Warna Baru

Selain itu, di dalam buka Pengenalan Bodi Otomotif karangan Buntarto disebutkan, untuk aerodinamika mobil umum ilmu tersebut dimanfaatkan untuk mendesain mobil agar menghasilkan bentuk yang memiliki hambatan udara sekecil mungkin.

Ini berujung pada konsumsi bahan bakar yang lebih irit. Faktor yang membuat bensin irit bukan hanya sekedar aerodinamis, melainkan juga perilaku berkendara.

“Memang pengaruhnya tidak begitu besar untuk efesiensi bahan bakar. Tetapi, paling tidak, dengan desain mobil yang aerodinamis, mobil akan tampak lebih futuristik dan bernilai artistik dibanding mobil dengan desain yang kaku,” kata Buntarto dalam bukunya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X