Banyak Polisi Tidur Ngawur karena Izin Salah Sasaran

Kompas.com - 11/04/2021, 19:11 WIB
11 polisi tidur yang dibangun di depan rumah Nor Muhammad Roslam Harun (40) di Kampung Padang Luas, Jerteh, Malaysia, karena kesal banyak orang mengebut. FACEBOOK Info Radblock JPJ/POLIS11 polisi tidur yang dibangun di depan rumah Nor Muhammad Roslam Harun (40) di Kampung Padang Luas, Jerteh, Malaysia, karena kesal banyak orang mengebut.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat ini banyak polisi tidur yang dibuat warga tidak memenuhi kaidah yang seharusnya. Bentuk dan spesifikasinya asal, kadang terlalu kecil atau besar sekali.

Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengatakan, tak jarang pembuatan polisi tidur terutama di kompleks karena dilandasi rasa tidak suka.

Baca juga: Motor Sering Hajar Polisi Tidur, Komponen Ini yang Rentan Rusak

"Kalau dia lihat depan rumahnya ramai motor dan kalau ada kecelakaan orang langsung pakai polisi tidur tanpa membicarakan dengan berwenang. Paling hanya setingkat RT," kata Jusri kepada Kompas.com, Jumat (9/4/2021).

Polisi tidur di sebuah lapangan parkir di Nottingham, Inggris, dianggap terlalu tinggi dan memiliki jarak terlalu dekat. (Nottingham Post) Polisi tidur di sebuah lapangan parkir di Nottingham, Inggris, dianggap terlalu tinggi dan memiliki jarak terlalu dekat. (Nottingham Post)

Bahkan bisa terjadi pembuatan polisi tidur tidak berkoordinasi dengan pihak lain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ada kalanya bahkan tidak bilang ke RT, karena dia oknum dan berkekuatan, anggota ormas atau badannya besar. Sehingga penerapan pembuatan polisi tidur saat ini kacau balau," kata Jusri.

Pegiat road safety ini mengatakan, hal tersebut terjadi bukan hanya karena kesadaran masyarakat yang kurang. Tapi karena sosialiasi pemerintah yang kurang jelas dari atas ke bawah.

Baca juga: Komponen Mobil yang Rentan Rusak Jika Sering Terjang Polisi Tidur

Alat pembatas kecepatan alias polisi tidur yang dibuat tanpa aturan resmi kadang malah bikin kecelakaan.Febri Ardani/KompasOtomotif Alat pembatas kecepatan alias polisi tidur yang dibuat tanpa aturan resmi kadang malah bikin kecelakaan.

"Kadang pemerintah juga salah dalam hal ini, sebab izinnya (kalau mau buat polisi tidur) ke mana, sebab yang buat itu siapa izinnya siapa?," kata Jusri.

"Speed bump ini sama seperti rambu lalu lintas atau marka jalan, yang buat siapa yang mengajukan siapa, semuanya ada di bawah perhubungan. Tapi dalam hal ini pengajuannya kadang RT, ke Pemda, ke polisi juga salah. Harusnya ke Dinas Perhubungan," katanya.

"Polisi saja minta tambah rambu-rambu izinnya ke Dinas Perhubungan. Polisi domainnya adalah penegakan hukum. Soal rekayasa lalu lintas dengan aturannya di perhubungan seperti rambu-rambu, tapi pengaturnya polisi," katanya.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.