Orang Indonesia Beli BBM Lihat Harganya, Bukan Spesifikasinya

Kompas.com - 05/03/2021, 13:31 WIB
Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Beragamnya pilihan jenis bahan bakar di Indonesia ternyata punya dampak terhadap lingkungan. Secara tak langsung, banyaknya masyarakat yang menggunakan BBM dengan spesifikasi rendah menghasilkan emisi gas buang yang lebih banyak.

Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif Institute for Essential Service Reform (IESR), mengatakan, dorongan menggunakan BBM spek rendah muncul dari banyaknya varian produk, yang juga memunculkan variasi harga yang signifikan.

Menurutnya, terlalu banyaknya produk BBM di pasar dengan angka RON (Research Octane Number) atau CN (Cetane Number) sangat rendah atau belum sesuai dengan standar EURO, menghasilkan polusi yang signifikan.

Baca juga: Kenapa City Hatchback Tidak Diberi Nama Honda Jazz Saja?

 Ilustrasi SPBU Pertamina. (DOK. Pertamina) Ilustrasi SPBU Pertamina.

“Tetangga kita Myanmar, hanya ada tiga produk BBM dengan RON terendah 91, Vietnam hanya dua produk BBM dengan RON terendah 92,” ujar Fabby, dalam dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com (5/3/2021).

“Sedangkan di Indonesia, kita ada enam produk dengan RON terendah 88 yakni Premium. Selain terlalu banyak, standar RON juga tidak sesuai standar EURO 4 minimal RON 91, kita masih sangat jauh tertinggal,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia juga mengatakan, dengan luasnya rentang harga BBM yang dijual di pasaran, masyarakat akan lebih memilih produk dengan harga yang paling murah.

Baca juga: Warga Bekasi Siap-siap, Tilang Elektronik di Bekasi Berlaku Bulan Ini

Diskon  Rp 250 per liter Pertamax SeriesPertamina Diskon Rp 250 per liter Pertamax Series

“Masyarakat saat ini hanya melihat ‘harga saat ini’, harga yang saya keluarkan untuk beli BBM,” ucap Fabby.

Padahal masyarakat perlu melihat menggunakan BBM yang sesuai spesifikasi mesin. Hal ini dapat membuat kinerja mesin menjadi lebih efektif, hemat BBM, dan performa yang terjaga.

“Belum lagi, mesin akan terawat dan terhindar dari kerusakan yang akhirnya menjadi biaya atau harga yang mungkin lebih mahal di kemudian hari,” kata dia.

Baca juga: Buat Akamsi yang Suka Naik Motor Asal Selonong Keluar dari Gang

Uji Pasar DexlitePertamina Uji Pasar Dexlite

Oleh sebab itu, masyarakat harus lebih peduli untuk menggunakan bahan bakar minyak (BBM) berkualitas yang tepat untuk kendaraan.

Karena BBM yang digunakan sangat berpengaruh terhadap performa kendaraan serta terhadap lingkungan. Fabby menambahkan, ada dua hal yang harus dipastikan dalam memilih BBM berkualitas.

"Pertama, kita harus pastikan angka Research Octane Number (RON) untuk bahan bakar gasoline atau bensin dan Cetane Number (CN) untuk gasoil atau diesel sesuai dengan kebutuhan mesin," tuturnya.

"Kedua, kita juga harus mulai menengok kandungan sulfur dalam emisi gas buang yang dihasilkan dari setiap produk BBM yang kita gunakan untuk mengurangi polusi udara," ujar Fabby.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.