Mitos atau Fakta, Pakai Bensin Oktan Tinggi Bisa Perbaiki Emisi Gas Buang?

Kompas.com - 05/03/2021, 13:02 WIB
Sanksi uji emisi mobil dan motor mulai diterapkan Januari 2021 DINAS LINGKUNGAN HIDUP DKISanksi uji emisi mobil dan motor mulai diterapkan Januari 2021

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengetatkan aturan emisi gas buang dari kendaraan bermotor sebagai langkah pengendalian polusi udara mulai tahun ini.

Para pemilik sepeda motor dan mobil, terutama yang berusia tiga tahun ke atas wajib lakukan uji emisi sesuai Peraturan Gurbernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 66 Tahun 2020.

Pada aturan yang sama, disebutkan bahwa setiap kendaraan harus memenuhi ambang batas emisi. Hal ini kemudian secara rinci termaktub dalam Pergub DKI Jakarta Nomor 31 Tahun 2008.

Baca juga: Aprilia Meluncurkan Tim 2021, Tampang RS-GP 2021 Sangar

Jika pemilik mobil atau motor tidak menjalani dan atau tidak lulus uji emisi gas buang, terancam dikenakan sanksi berupa pemberian tarif parkir tertinggi dan tilang.

Terkait emisi gas buang kendaraan, tidak sedikit yang beranggapan bisa diperbaiki dengan mengganti jenis bensin menggunakan oktan yang lebih tinggi.

Lantas, benarkah mengganti BBM dengan nilai oktan yang lebih tinggi bisa memperbaiki emisi gas buang?

Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan, penggunaan bensin dengan oktan lebih tinggi, tidak serta merta bisa mengubah kondisi gas buang kendaraan.

“Menggunakan BBM dengan oktan tinggi bukan berarti bisa membuat emisi gas buangnya menjadi lebih bagus,” ujar Didi saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Namun Didi menambahkan, ketika mobil keluaran lama akan menggunakan bensin dengan Research Ocatane Number (RON) lebih tinggi harus dilakukan seting ulang.

“Untuk mobil lawas bisa di seting ulang emisinya, karena berpengaruh pada emisi gas buangnya, dengan dinaikkan oktannya harus di atur lagi,” katanya.

Menurut Didi, memperbaiki emisi gas buang ini juga harus melihat kondisi mesin atau komponen kendaraan. Jika kondisinya sudah terlalu buruk, seperti banyak tumpukan kerak, atau kompresinya sudah rendah dan kebocoran klep, maka harus dilakukan penanganan terlebih dahulu.

“Mengenai penggunaan jenis bensin harus disesuaikan dengan rasio kompresi,” tutur Didi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X