Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenapa City Hatchback Tidak Diberi Nama Honda Jazz Saja?

Kompas.com - 04/03/2021, 17:11 WIB
Dio Dananjaya,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Setelah muncul lewat bocoran-bocoran yang banyak beredar di media sosial, PT Honda Prospect Motor (HPM) akhirnya resmi meluncurkan City Hatchback RS.

Model ini jadi hatchback andalan Honda berikutnya yang akan mengisi segmen small hatchback, yang sudah diisi kompetitor seperti Toyota Yaris, Suzuku Baleno, Mazda2, hingga VW Polo.

Dengan kata lain, City Hatchback diproyeksikan mengganti Jazz yang namanya sudah terkenal sejak 2004. Namun Honda memutuskan untuk menghentikan produksi Jazz.

Baca juga: City Hatchback Datang, Honda Jazz Resmi Pensiun

Honda City HatchbackDok. HPM Honda City Hatchback

Padahal, Jazz bisa dibilang juga menjadi pionir di kelasnya pada saat itu, sampai sejumlah kompetitor ikut meramaikan segmen small hatchback.

Lantas, kenapa City Hatchback tidak diberi nama Honda Jazz saja? Agar masyarakat Indonesia setidaknya lebih familiar dengan mobil ini.

“Jadi City Hatchback dengan Jazz itu berbeda, namanya berbeda,” ujar Yusak Billy sebagai Business Innovation and Sales & Marketing Director PT HPM, dalam konferensi virtual (3/3/2021).

Baca juga: Daihatsu Buka Suara soal Waktu Peluncuran Rocky

Honda Jazz RS facelift Thailandpaultan.org Honda Jazz RS facelift Thailand

“Tidak bisa memakai atau menggunakan nama Honda Jazz. Karena ini adalah suatu model yang berbeda,” kata dia.

Billy juga mengatakan, Honda memiliki reputasi yang kuat dengan model-model seperti Jazz dan Civic Hatchback RS.

Jika digabungkan, kedua model tersebut mendominasi segmen hatchback di sepanjang tahun 2020 dengan pangsa pasar mencapai 48 persen.

“Kami harus tetap mempertahankan eksistensi kami nomor satu di segmen hatchback,” ucap Billy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com