Kompas.com - 05/01/2021, 08:12 WIB
pemohon SIM di Solo mengikuti tes kesehatan rohani atau tes psikologi, Senin (9/3/2020). Ari Purnomopemohon SIM di Solo mengikuti tes kesehatan rohani atau tes psikologi, Senin (9/3/2020).
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap pengendara kendaraan bermotor wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) ketika berkendara di jalan raya.

Aturan ini sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang nomor 22 tahun 2209 tentang Lalu-lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pasal 1 nomor 22.

Dalam pasal tersebut dijelaskan, bahwa pengemudi adalah orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang telah memiliki SIM.

SIM juga terbagi dari beberapa jenis dan golongan sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepala Kepolisian (Perkap) Nomor 9 tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi.

Baca juga: Alternatif Bayar Pajak Kendaraan Bagi Warga DKI Selain di Samsat Induk

Penggolongan dan jenis SIM memiliki peruntukan yang berbeda disesuaikan dengan jenis kendaraan yang dikemudikannya.

Antrean pemohon SIM yang akan mengikuti tes kesehatan rohani atau tes psikologi di Solo membludak, Senin (9/3/2020).Ari Purnomo Antrean pemohon SIM yang akan mengikuti tes kesehatan rohani atau tes psikologi di Solo membludak, Senin (9/3/2020).

Seperti SIM A (untuk mobil), B I (untuk kendaraan berat di atas 3,5 ton), BII (kendaraan berat dengan tempelan), C (untuk sepeda motor), dan juga SIM D (untuk penyandang disabilitas).

Selain jenis yang berbeda, persyaratan penerbitan SIM juga tidak sama, misalkan pemohon ingin mengajukan pembuatan SIM B harus melalui beberapa tahapan.

Kasi SIM Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya AKP Agung Permana menjelaskan, pemohon yang akan membuat SIM B wajib mempunyai SIM A terlebih dahulu.

Hal ini sesuai dengan aturan yang ada yakni Perkap nomor 9 tahun 2012 tentang SIM.

Baca juga: Bayar Pajak Kendaraan Bisa Dilakukan Sebelum Tanggal Jatuh Tempo?

“Untuk pemohon wajib punyai SIM A terlebih dahulu, dan sesuai ketentuan SIM yang akan dialihkan sudah dimiliki paling tidak 12 bulan atau 1 tahun,” kata Agung kepada Kompas.com, Senin (4/1/2021).  

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.