Bahaya Galau Saat Mengemudi dan Cara Mencegahnya

Kompas.com - 10/11/2020, 11:42 WIB
ilustrasi lelah mengemudi Kompas.com/Fathan Radityasaniilustrasi lelah mengemudi

JAKARTA, KOMPAS.com – Mengemudikan mobil memang memerlukan keahlian. Namun, ada satu kondisi yang bisa menyebabkan keahlian saat mengemudi berkurang, yaitu adanya anxiety, kecemasaan, atau juga dikenal perasaan galau di hati dan pikiran saat berkendara.

Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu mengatakan, ketika kecemasan terjadi, daya nalar kognitifnya pengemudi akan berkurang.

“Kecemasaan ini bisa membuat dia gelisah, takut, panik. Artinya dia yang biasa membawa mobil dengan nyaman, malah menjadi kaku, serasa mengemudi di area yang sempit, pokoknya ketakutan,” kata Jusri kepada Kompas.com, Senin (9/11/2020).

Baca juga: Tanpa Mesin Bakar, Servis Berkala Mobil Listrik Seperti Apa?

Ilustrasi mengemudiSHUTTERSTOCK Ilustrasi mengemudi

Ketika pengemudi panik, kemampuan logikanya jadi menurun, termasuk kebutuhan motoriknya. Untuk menghindari kecemasan saat mengemudi ini, yang pertama dilakukan yaitu mengetahui pemicu yang bisa membuat cemas.

“Ada saja yang takut masuk ke gang kecil, yang tidak ada markanya. Bisa juga dia cemas saat berinteraksi dengan truk atau kendaraan yang besar, bahkan ada saja yang enggak suka mengemudi di tol, karena ngeri,” kata Jusri.

Setelah tahu apa yang bisa memicu rasa cemas pengemudi, rencanakan perjalanannya, pertimbangkan rute yang dipilih. Sikapi rasa cemas tersebut dengan melihat rute yang akan dilalui, bisa dengan menghindari kondisi jalan yang membuat cemas.

Baca juga: Tol Cimanggis-Cibitung Siap Beroperasi Besok, Tarif Masih Gratis

“Setiap perjalanan harus direncanakan, kalau bisa rute-rute yang membuat cemas tersebut jangan dilewati. Kalau terpaksa melalui rute-rute yang ingin dihindari, harus tetap tenang,” kata Jusri.

Kemudian dia harus mengetahui titik proporsional diantara mobil atau mengetahui dimensi kendaraan. Jika sudah mengetahui patokannya, pengemudi jadi tidak khawatir jika terpaksa melalui jalan-jalan yang sempit.

“Pahami karakter dimensi kendaraan, jangan sekadar naik saja. Jadi jangan panik, sehingga memiliki patokan yang aman saat melakukan manuver di kondisi jalan apapun,” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X