Baterai Seragam, Harga Motor Listrik Bisa Murah

Kompas.com - 10/11/2020, 07:22 WIB
Kemenperin dan NEDO memulai proyek demonstrasi efisiensi motor listrik. Donny Dwisatryo PriyantoroKemenperin dan NEDO memulai proyek demonstrasi efisiensi motor listrik.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dikabarkan sedang proses melakukan penyeragaman baterai untuk sepeda motor listrik. Khususnya yang mengusung konsep swap atau tukar layaknya tabung gas.

Draf rancangan untuk Standar Nasional Indonesia ( SNI) pun sudah disusun. Salah satunya menyangkut soal ukuran atau dimensi dari baterai yang akan ditentukan agar bisa diterapkan di kabinet Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum ( SPBKLU).

Dengan adanya keseragaman baterai, selain memudahkan masyarakat pengguna motor listrik, juga bisa membuat harga lebih murah.

Baca juga: Alasan Pemerintah Gencarkan Fasilitas Tukar Baterai Motor Listrik

"Betul, memang harapannya ke sana. Jadi kalau semua sudah sama, nanti pabrikan otomotif yang memang akan memproduksi sepeda motor listrik itu bisa menekan harga jualnya," ucap Kasubdit Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ferry Triansyah, kepada Kompas.com, Minggu (8/11/2020).

WIMA buka flagship store Gesits di Cawang, Jakarta Timur.                   Foto: Istimewa WIMA buka flagship store Gesits di Cawang, Jakarta Timur.

Upaya untuk menekan harga jual, menurut Ferry bisa dilakukan dengan cara memberikan pilihan bagi masyarkat, yakni membeli motor listrik lengkap dengan baterai, atau terpisah tapi dengan harga lebih murah.

Bila masyarakat membeli motor listrik dengan baterai yang terpisah, nantinya bisa memanfaatkan jasa SPBKLU dengan melakukan penyewaan. Dengan demikian, kisaran harga motor listrik tanpa unit baterai bisa lebih terjangkau.

"Kalau sewa, nanti masyarakat tinggal menentukan mana SPBKLU yang mau digunakan untuk baterainya. Bagi pihak pabrikan motor, ini akan menjadi solusi juga tentunya guna meningkatkan penjualan," ucap Ferry.

Baca juga: Biar Seragam, Baterai Motor Listrik Wajib SNI

Konsep seperti ini sebelumnya sudah diutarakan oleh Pendiri SPBKLU Ezyfast Nicodemus Suheri. Menurut Nico, dari keseluruhan komponen yang ada pada motor listrik, 50 persen biaya termahalnya ada pada baterai.

Ilustrasi SPBKLUKOMPAS.com/Ruly Ilustrasi SPBKLU

Bila pemerintah memberikan regulasi soal standar baterai dengan dimensi dan ukuran bagi seluruh pemain motor listrik, maka otomatis masyarakat tak perlu membeli unit lengkap, tapi terpisah dengan harga lebih murah.

" Harga motor listrik mahal karena baterai, itu bisa sampai 50 persen lebih. Dengan adanya standar atau penyeragaman, orang bisa beli motor listrik lebih murah tanpa baterai, lalu baterinya tinggal konsumen sewa dari SPBKLU, dengan demikian ekosistemnya jalan," ucap Nico belum lama ini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X