Mengapa Mesin Mobil Bisa Ngelitik?

Kompas.com - 25/07/2020, 10:22 WIB
Mobil sedang mengisi bensin subsidi. Tribunnews/ NurudinMobil sedang mengisi bensin subsidi.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mengonsumsi bahan bakar minyak (BBM) pada mobil, baiknya sesuai dengan nilai oktan rekomendasi tiap pabrikan.

Rekomendasi jenis bahan bakar tersebut bukan tanpa sebab, karena sudah disesuaikan dengan kompresi dan karakteristik mesin tiap kendaraan.

Penggunaan bensin yang nilai oktannya tidak sesuai akan berdampak pada kinerja mesin, terlebih jika menggunakan BBM yang oktannya lebih rendah dari yang disarankan.

Salah satu efek buruknya adalah mesin akan mengalami knocking atau yang biasa disebut ngelitik.

Suparna, Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak mengatakan, menggunakan bahan bakar yang tidak sesuai dengan oktan yang dibutuhkan oleh mesin akan menyebabkan pembakaran di jantung pacu tidak sempurna.

Baca juga: Operasi Patuh 2020, Berikut Jenis Pelanggaran dan Besaran Denda Tilang

“Seperti contoh seharusnya mobil menggunakan oktan yang 92, tetapi menggunakan bahan bakar yang oktannya 88, itu akan membuat pembakaran di ruang mesin jadi tidak sempurna,” ujarnya kepada Kompas.com belum lama ini.

Ilustrasi mesin overheatSHUTTERSTOCK Ilustrasi mesin overheat

Suparna menambahkan, saat kendaraan meminum bensin yang tidak sesuai maka proses pembakaran tidak terjadi pada posisi yang seharusnya.

Kondisi itulah yang membuat piston tidak bisa bekerja maksimal hingga akhirnya menyebabkan suara ngelitik atau knocking.

“Menggunakan bahan bakar oktan lebih rendah akan membuat mesin bekerja dobel atau lebih berat. Itulah yang menyebabkan ngelitik dan bisa menimbulkan kerak karena pembakaran yang tidak sempurna,” ucapnya.

Baca juga: Pengguna Kendaraan di Jateng Diimbau Tak Bepergian ke Zona Merah

Pada kesempatan berbeda, Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor ( TAM)  Didi Ahadi mengatakan, gejala mesin ngelitik atau knocking biasanya dirasakan saat akselerasi.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X