Skenario Terbaik Bagi Industri Otomotif Usai Pandemi, Kata Toyota

Kompas.com - 25/07/2020, 08:42 WIB
Petugas memeriksa mobil Toyota Fortuner produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, yang akan diekspor melalui dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESPetugas memeriksa mobil Toyota Fortuner produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, yang akan diekspor melalui dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

JAKARTA, KOMPAS.com – Gaikindo telah mengeluarkan angka penjualan mobil pada semester pertama 2020. Sejak Januari sampai Juni kemarin, penjualan secara retail meraih 290.597 unit atau turun 42 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selama enam bulan pertama tahun ini, industri otomotif harus terpuruk karena mengalami penurunan permintaan karena pandemi Covid-19.

Walau demikian, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia ( TMMIN) mengklaim mulai Juli, industri otomotif mulai masuk masa pemulihan, baik dari sisi produksi maupun penjualan.

Baca juga: Banyak yang Belum Paham, Apa Fungsi Tombol Overdrive di Mobil Matik

Suasana booth Toyota di GIIAS 2017 Makassar.GIIAS Suasana booth Toyota di GIIAS 2017 Makassar.

Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur PT TMMIN, mengatakan, meski sudah masuk masa pemulihan. Industri otomotif nasional belum bisa dikatakan kembali normal seperti sebelum pandemi.

“Lalu kapan akan sama dengan 2019 (produksi dan penjualan)? Kami masih belum bisa jawab pastinya sekarang, mungkin perlu satu sampai dua tahun lagi,” ujar Warih, dalam diskusi virtual (23/5/2020).

Warih menjelaskan, pada Januari sampai Maret 2020, permintaan kendaraan bermotor masih stabil. Kondisi ini membuat target masih berjalan sesuai yang direcanakan sejak awal tahun.

Baca juga: Mitsubishi Jual Lagi Pajero Sport Edisi Terbatas, Harga Rp 572 Juta

Produksi All-New Innova di pabrik Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang I, Jawa Barat. Febri Ardani/KompasOtomotif Produksi All-New Innova di pabrik Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang I, Jawa Barat.

Namun, semenjak April dan Mei 2020, performa industri otomotif berada di titik paling rendah. Agar bisa naik lagi, menurut Warih butuh waktu hingga tahunan agar produksi dan penjualan kembali seperti sebelum masa pandemi.

“Pada kuartal IV, kalau bicara produksi akan full production. Meski secara volume belum sama dengan produksi tahun lalu, itu the best scenario,” kata Warih.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X