Ada Untungnya Beli Mobil Bekas di Tengah Pandemi

Kompas.com - 16/04/2020, 10:22 WIB
Seorang pengunjung melihat deretan mobil bekas yang dipajang di bursa mobil Sriwedari, Solo, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (15/12/2019). Ari PurnomoSeorang pengunjung melihat deretan mobil bekas yang dipajang di bursa mobil Sriwedari, Solo, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (15/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com – Virus corona atau Covid-19 telah berdampak pada beragam aspek dalam kehidupan. Pekerjaan kita banyak yang harus ditunda lantaran pemerintah menerapkan kebijakan social distancing dan work from home sejak beberapa minggu lalu.

Di sektor otomotif, penurunan daya beli terjadi di pasar mobil baru maupun bekas. Bahkan banyak orang yang menjual mobil sehingga memiliki uang tunai, demi memenuhi kebutuhan pokok.

Kondisi ini sedikit banyak mempengaruhi banderol mobil bekas. Apalagi stok barang di pasar cukup banyak, membuat pedagang harus menyesuaikan harga jual barangnya.

Baca juga: Kedapatan Tanpa Masker Saat Lewat Check Point PSBB, Kena Tilangkah?

Isuzu Panther di pasar mobil bekas cukup banyak dicari.tribunnews.com Isuzu Panther di pasar mobil bekas cukup banyak dicari.

“Pasti ada harga turun, bisa sampai 30 persen tergantung kondisi,” ucap Senior Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih, kepada Kompas.com (14/4/2020).

Artinya, saat ini menjadi waktu yang tepat untuk membeli mobil bekas. Khususnya bagi mereka yang dari sisi keuangan tidak kena dampak besar pandemi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Budi Rahardjo, Perencana Keuangan dari OneShildt Financial Planning, mengatakan, saat ini orang yang memiliki uang cash punya kekuatan lebih dibanding mereka yang masih harus mencicil kendaraan.

Baca juga: Imbas Pandemi, Banyak Mobil Bekas di Bawah Rp 100 Juta

Showroom mobil bekas Andhara Motor di Pangkalanbaru, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung.kompas.com/heru dahnur Showroom mobil bekas Andhara Motor di Pangkalanbaru, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung.

“Misal secara finansial orang ini tidak terkena dampak, jadi kesempatan mereka untuk dapat barang yang bagus, karena secara pilihan akan lebih banyak,” ujar Budi, kepada Kompas.com (15/4/2020).

Menurut Budi, karena harga yang sedang menurun, beli mobil bekas bisa jadi alternatif investasi di tengah pandemi. Walaupun sebetulnya orang itu tidak sedang butuh mobil.

Oleh sebab itu jika memang niatnya untuk investasi, menurut Budi pilihlah kendaraan yang memang sudah terkenal cepat laku di pasaran.

Baca juga: Perpanjang Masa Berlaku SIM dan STNK Selama PSBB Dapat Keringanan

Toyota Calya melibas Tol Cileunyi.TAM Toyota Calya melibas Tol Cileunyi.

“Dampak corona ke pasar mobil bekas tentu ada dinamikanya, jika nanti pasar sudah normal, harga mobil bekas pasti akan naik lagi,” ucap Budi.

“Pilihlah mobil yang kalau dijual dalam jangka waktu pendek, kira-kira bisa menambah profit, mungkin kendaraan yang bisa dipakai buat taksi online atau bisnis,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.